Berita  

Haedar Nashir Doakan Jamaah Haji Indonesia Mabrur dan Jadi Pribadi yang Saleh Secara Sosial

Haedar Nashir Doakan Jamaah Haji Indonesia Mabrur dan Jadi Pribadi yang Saleh Secara Sosial

JAKARTA – Jurnal Hukum Indonesia.- Merayakan Iduladha 1443 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan pesan bagi kaum muslimin dan jamaah haji yang sedang beribadah di tanah suci.

Haedar mengajak para jamaah haji bersyukur karena ibadah haji tahun ini adalah yang pertama setelah dua tahun tertunda karena pandemi Covid-19.

“Harapan kami bahwa mudah-mudahan kita dapat mengakhiri Covid-19 ini dengan baik dan seksama sehingga biarpun kegiatan-kegiatan yang bersifat massal sudah dimulai, tapi keseksamaan itu perlu,” himbaunya.Dalam Refleksi Iduladha yang disampaikan pada Jumat petang (8/7), Haedar mendoakan para jamaah haji agar pulang ke tanah air menjadi haji yang mabrur dan memiliki kesalehan yang lebih baik bagi diri dan lingkungannya.

BACA JUGA :  ASAH KEMAMPUAN, PRAJURIT YONIF 1 MARINIR LAKSANAKAN MENEMBAK PISTOL

“Bangsa ini memerlukan energi kolektif untuk menebar segala jenis dan bentuk kebajikan tentang persatuan, perdamaian, hidup membangun kebersamaan dalam keragaman, saling menghormati, ada toleransi dalam kehidupan beragama maupun berbangsa,” kata Haedar.

Sebagai negara yang sedang tumbuh dan berkembang, Indonesia menurutnya memerlukan kesalehan kolektif yang terbingkai dalam teladan dan keadaban publik.

“Kita harapkan (jamaah haji) menebar benih kesalehan kolektif sebagaimana seluruh ibadah dalam Islam melahirkan jiwa yang selalu dekat dengan Allah dan karena kedekatan, taqarub itu orang jadi serba menjalankan hal-hal dalam kehidupan ini dengan baik, jujur, suci, bersih, sehingga tidak ada ruang baginya untuk melakukan penyimpangan hatta ketika dia punya kesempatan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polisi Polres Tulungagung Berhasil Amankan 5 Pelaku Kasus Narkoba Jenis Sabu Satu Circle Pengedar dan Pengguna

“Orang yang dekat dengan Tuhan akan memancarkan kesalahen dalam hidup. Kesalehan hidup juga harus berbagi dengan orang lain sehingga dia jadi milik bersama dalam membangun keadaban publik di era revolusi teknologi ini baik dari cara bertutur kata, menulis, dan mereaksi segala hal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan