Berita  

Abe Meninggal Ditembak, Insiden Senpi yang Jarang Terjadi di Jepang

Abe Meninggal Ditembak, Insiden Senpi yang Jarang Terjadi di Jepang

Jakarta — Jurnal Hukum Indonesia.- Penembakan eks perdana menteri Shinzo Abe benar-benar mengejutkan Jepang. Sebab, selama ini Negeri Matahari Terbit menjadi negara dengan tingkat kejahatan senjata api (senpi) terendah di dunia atau jarang terjadi di Jepang.

Abe tertembak di bagian leher hingga tembus ke jantungnya oleh Yamagami Tetsuya, mantan anggota Angkatan Laut Jepang saat berpidato kampanye di Kota Nara, Jumat (8/7).

PM Jepang era 2012-2020 itu dinyatakan meninggal dunia setelah berada dalam kondisi kritis dan pendarahan hebat. Petugas darurat mengatakan Abe sudah tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau tanda vital setelah mengalami henti jantung usai ditembak.

BACA JUGA :  Puan Maharani Buka Kickoff Meeting P20, Gubernur Khofifah Sebut Jadi Momentum Dorong Percepatan Kebangkitan Jatim

Selama ini, kejahatan terkait senjata api sangat jarang terjadi di Jepang lantaran pemerintah menerapkan undang-undang kontrol senjata yang sangat ketat.

Pada 2018, Jepang hanya melaporkan sembilan kematian akibat kejahatan senjata api. Di tahun yang sama, ada sekitar 39.740 penembakan terjadi di Amerika Serikat, dikutip CNN.

Di bawah UU Jepang, satu-satunya senjata yang diizinkan dijual secara luas adalah senapan udara dan senapan angin. Sementara itu, senjata jenis pistol dilarang.

Meski begitu, sangat sulit bagi seorang warga untuk tetap bisa membeli dan memiliki senjata api karena harus melalui proses yang panjang dan rumit.

BACA JUGA :  Khutbah Idul Fitri 1443, Kebangkitan Umat Muslim Setelah Pandemi

Pada 2019 hanya sekitar 310.400 senjata dipegang oleh warga sipil Jepang di negara dengan total 125 juta penduduk.

Salah satu insiden senjata api yang besar terjadi pada 2007. Saat itu, Waki Kota Nagasaki, Iccho Ito meninggal setelah ditembak setidaknya dua kali di punggung oleh seorang tersangka anggota gangster.

Sejak itu, Jepang semakin memperketat UU Kontrol Senjata dan menjatuhkan hukuman lebih berat kepada para kriminal senjata hingga anggota geng kriminal terorganisir.

Tinggalkan Balasan