Berita  

Anwari Mengaku Pesan WA Bukan Sakit Hati, Hanya Niat Ingin Membantu Perkara Zakaria

Anwari Mengaku Pesan WA Bukan Sakit Hati, Hanya Niat Ingin Membantu Perkara Zakaria

Surabaya – Jurnal Hukum Indonesia.- Sidang perkara dugaan UU ITE yang dilakukan terdakwa Anwari Yusuf Bintoro kembali digelar diruang candra pengadilan negeri (PN) surabaya, dengan agenda pemeriksaan terdakwa oleh jaksa penuntut umum, dihadapan ketua majelis hakim Sutrisno. Senen(20/6/22).

Terdakwa Anwari menerangkan bahwa pesan WA yang dikirim pada 32 warga penghuni citraland tidak ada kaitannya dengan rasa sakit hati, karena tower yang terdakwa dirikan itu sudah dilakukan penertiban oleh pengembang terbesar dikota surabaya tersebut.

“Sama sekali tidak ada kaitannya dengan saya sakit hati, karena tower itu yang melakukan penertiban adalah pemkot, bukan citraland, bahkan terkait penertiban tower oleh pemkot sudah saya gugat kepengadilan tata usaha negara (PTUN) dimenangkan,”kata Anwari diruang sidang candra PN surabaya.

Menurut terdakwa Anwari kiriman pesan WA itu semata mata hanya untuk mengetahui duduk perkara dugaan penipuan yang dilakukan suami Nada Putri (City Maneger Citraland Surabaya) adalah Zakaria, untuk membantu menutupi uang yang diduga sudah digelapkan Zakaria sejumlah Rp 320 juta.

BACA JUGA :  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Apresiasi Terselenggaranya Street Race IMI – Polda Metro Jaya Di Tangerang

“Waktu itu terlintas dipikiran saya ingin menutupi uang itu, sebab saya dibebani Bu Nada bagi hasil 35 persen atau sekitar Ro 350 juta perbulan atau Rp 4,2 milliar pertahunnya untuk tower saya yang sudah berdiri di daerah citraland, sehingga saya berpikir mendingan membantu Bu Nada uang Rp 350 juta untuk menyelesaikan perkara suaminya yang diduga telah menipu uang perusahaan, siapa tau Bu Nada menerima bantua saya,”kata Anwari.

Terdakwa Anwari menawarkan uang untuk membantu itu karena sudah mendapat kepastian dari pihak kepolisian bahwa suami Nada Putri yang bernama Zakaria memang ditahan di Bondowoso untuk dugaan kasus penggelapan dan dugaan kasus pornografi.

“Kiriman WA tersebut saya lakukan setelah gagal menemui Bu Nada dikantornya Citraland, juga setelah saya melakukan pengecekan perkara suami Bu Nada Putri di Polsek Sukomanunggal,”katanya.

Dihadapan majelis hakim , terdakwa Anwari mengaku terus terang bahwa kiriman pesan WA nya yang berbunyi dengan kalimat bertanya,

BACA JUGA :  JAGA IMUNITAS TUBUH, PRAJURIT YONIF 5 MARINIR LAKSANAKAN OLAHRAGA SEPAK BOLA

‘Apa mungkin uang Rp 322 juta itu dipakai Bu Nada Putri untuk membeli jabatan di Citraland?

“Ya waktu itu saya memang ke ablasan,”ucap terdakwa Anwari.

Ketua majelis hakim Sutrisno yang menangani perkara ini kembali bertanya pada terdakwa, apakah terdakwa sudah pernah minta maaf pada Bu Nada Putri pada saat perkaranya sudah memasuki tahap pemeriksaan di pengadilan,? Anwari menjawab sudah pernah meminta maaf kepada Bu Nada pada saat perkaranya sudah masuk tahap pemeriksaan di Pengadilan, dan sudah meminta maaf sewaktu mediasi di Polda Jatim.

Untuk diketahui dalam perkara ini terdakwa Anwari didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang -Undang RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang ITE, akibat kiriman pesan WA ke 32 penghuni citraland.

BACA JUGA :  PMDN Pemkot Bekasi Dan Realisasi Investasi PMA Tahun 2021 Lampaui Target

Sedang pesan WA yang diduga disebar ke 32 penghuni citraland itu, suami Bu Nada Putri (city maneger citraland surabaya) sekarang ditahan di lembaga pemasyarakatan (penjara) Situbondo, di Polsek Sukomanunggal Zakaria perkara menggelapkan uang perusahaan sekitar Rp 322 juta sesuai keterangannya uang hasil penggelapan dibuat kebutuhan keluarga pada saat itu.

Dalam perkara ini, Zakaria masih berstatus sebagai saksi, selesai gelar perkara akan ditingkat menjadi tersangka melanggar Pasal 374 KUHP tentang pengelapan uang dalam jabatan oleh penyidik Polsek sukomanunggal, korban PT ADP Modusnya: uang perusahaan tidak di setorkan,berita itu benat ya?

Selanjutnya keesokan harinya tepatnya pada hari senen tanggal 12 April 2021, dijawab oleh Asep Fransetiadi waduh tidak tau pak, terdakwa Anwari kemudian menulis lagi,Apa mungkin uang Rp322 juta itu dipakai Bu Nada Putri untuk beli jabatan di citraland? Asep Fransetiadi menjawab chat WA tersebut dengan menulis: maksudnya gimana.

Tinggalkan Balasan