Berita  

Apakah Pelaku Bisa Menuntut Korban yang Melakukan Pembelaan Diri Diluar Batas?

Apakah Pelaku Bisa Menuntut Korban yang Melakukan Pembelaan Diri Diluar Batas?

Jurnal Hukum Indonesia.- Pada dasarnya Pasal 1 ayat (1) KUHP menegaskan, “Suatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan-ketentuan perundang-undangan pidana yang telahada.” Jika diartikan secara kebalikan, semua perbuatan yang ditentukan merupakan perbuatan pidana, dapat dipidana.

Sehingga, pelaku yang pada awalnya korban, dapat dituntut secara hukum. Pelaku kejahatan dapat melaporkan tindakan Anda jika yang dilakukan menyalahi syarat-syarat pembelaan diri yang sah. Hukum bersifat objektif dan adil, sehingga siapa saja layak mendapatkan perlindungan hukum atas dasar sesuatu yang mungkin merugikan mereka.

BACA JUGA :  Polri Siap Kawal Kepulangan Jenazah Eril ke Bandung, Jawa Barat

Pelaku yang melakukan pembelaan diri dapat menegaskan alasannya sebagai pembelaan diri, dan berdasarkan pasal 49 KUHP yang merupakan dasar pembenar yang menghapus pidana.

Konsultasikan Masalah Pembelaan Diri Melalui Justika Pembelaan diri memang hak semua orang dan sudah diatur dalam pasal pembelaan diri. Akan tetapi bukan berarti semua tindakan pidana perlu ada pembelaan diri.

Alat bukti melakukan pembunuhan ketika melakukan pembelaan diri sama dengan alat bukti melakukan pembunuhan biasa. Alat bukti dalam hukum pidana diatur dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara PIdana (KUHAP) yang terdiri dari lima alat bukti yang sah, yaitu: keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Apresiasi Perjuangan dan Prestasi Atlet

Kegunaan alat bukti dalam hukum acara pidana adalah syarat untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Minimal ada 2 alat bukti untuk menguatkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan karena pembelaan diri.

Nara Sumber : LEMBAGA SANDYA KARA PRAWARA (SKP LAW FIRM)
Youtube : SKP LAW FIRM

Tinggalkan Balasan