Berita  

Berkat Aplikasi Sidaya Sehati dan Tim SLRT, Dinsos Bangkalan Raih Kategori OPD Terbaik di Madura Awards

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Berkat Aplikasi Sidaya Sehati dan Tim SLRT, Dinsos Bangkalan Raih Kategori OPD Terbaik di Madura Awards

Pamekasan — Jurnal Hukum Indonesia.-

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan meraih juara 1 kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbaik di ajang Madura Awards 2022 yang diadakan Jawa Pos Radar Madura.

Acara penyerahan penganugerahan dihadiri langsung oleh Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta, Jumat (16/12/2022) malam di Gedung Bakorwil, Kabupaten Pamekasan.

Dinsos Kabupaten Bangkalan bisa meraih prestasi membanggakan tersebut berkat inovasi Aplikasi Sidaya Sehati yang pelaksanaanya dilakukan oleh Tim Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sejahtera Kabupaten Bangkalan.

“Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman Dinsos khususnya Tim SLRT Bangkalan Sejahtera yang dipimpin oleh Bapak Mahmudi Ibnu Khotib, akhirnya kita bisa meraih penghargaan OPD terbaik se Madura,” ujar Wibagio.

Ia mengatakan Tim SLRT sejak didirikan pada tahun 2018 lalu terus melakukan inovasi-inovasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang berhasil dilakukan adalah membuat aplikasi Sidaya Sehati (Sistem Data dan Layanan Sejahtera Bersama Bupati).

BACA JUGA :  Rute Penerbangan Banyuwangi-Sumenep Resmi Dibuka

“Jadi di aplikasi Sidaya Hati ini masyarakat bisa mengakses informasi terkait SLRT. Ada juga informasi tentang DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), kepesertaan Biakes Maskin dan lainnya,” imbuhnya.

Aplikasi Sidaya Sehati merupakan aplikasi yang sengaja dibuat Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan untuk validasi data masyarakat miskin di lapangan berdasarkan kategori sangat miskin, miskin, dan rentan.

Nantinya tim SLRT akan mengambil minimal 7 foto kondisi rumah dan lingkungan, memasukkan titik koordinat lokasi rumah, wajib menjawab 15 pertanyaan yang sudah tersedia di aplikasi Sidaya Sehati dan sesuai dengan regulasi Kemensos Nomor 146 tahun 2013 tentang Kriteria Masyarakat Miskin dan Orang Tidak Mampu.

Setiap pertanyaan memiliki skor 100 untuk jawaban penghasilan atau kondisi terendah dan paling besar skor 300 dengan penghasilan tinggi. Sedangkan untuk realisasi pendataan di lapangan, setiap pendamping masing-masing desa harus terjun meninjau langsung kondisi masyarakat.

BACA JUGA :  Perlancar Arus Lalu Lintas, Selama Operasi Lilin Tak Ada Penindakan Tilang di Jalan

Kedepan Wibagio akan terus berupaya mempertahankan dan memperbaiki inovasi yang teah ada, serta akan menciptakan inovasi lain untuk semakin mempercepat tercapainya Sejahtera bersama Bupati Bangkalan.

“Jadi apa yang kita lakukan bukan semata-mata karena ingin mendapat penghargaan namun karena betul-betul ingin melayani masyarakat Kabupaten Bangkalan,” pungkasnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bangkalan Drs Mohni MM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinsos Kabupaten Bangkalan yang telah berhasil membuat harum nama Kabupaten Bangkalan.

“Harus terus ditingkatkan jangan berhenti untuk menciptakan inovasi yang cemerlang agar masyarakat Kabupaten Bangkalan bisa semakin mudah untuk mengakses pelayanan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kapolda Jambi Tinjau Lokasi Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Selain itu Mohni juga meminta kepada OPD lainnya di Kabupaten Bangkalan untuk melakukan pembenahan dan menciptakan inovasi terbaiknya agar juga bisa memaksimalkan kinerja.

“Semoga akan semakin banyak OPD yang berhasil mendapatkan penghargaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan