Berita  

BIAYA BEROBAT KINI GRATIS, MASYARAKAT PAMEKASAN CUKUP TUNJUKKAN KTP SAJA

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
BIAYA BEROBAT KINI GRATIS, MASYARAKAT PAMEKASAN CUKUP TUNJUKKAN KTP SAJA

Pamekasan — Jurnal Hukum Indonesia.–

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kini menggratiskan seluruh biaya pengobatan masyarakatnya di semua fasilitas kesehatan melalui program universal health coverge (UHC).

Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan disaksikan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan seluruh kepala desa se Pamekasan di Ballroom Azana Hotel, Jalan Jokotole Pamekasan, senin (26/12/2022).

“Mulai tanggal 7 januari 2023 masyarakat sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, semuanya gratis. Kalau gratis nanti tingkat kesejahteraannya akan bagus,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam usai launching tersebut.

BACA JUGA :  Undang-Undang 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Menurutnya, semua lapisan masyarakat yang sakit dapat memanfaatkan program itu di semua fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD). Masyarakat Pamekasan cukup menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) ketika berobat dan tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Kami memberikan kepastian jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat, masyarakat yang butuh layanan kesehatan cukup datang ke puskesmas, rumah sakit dengan hanya menunjukkan KTP,” terangnya.

Bupati dengan sederet prestasi ini menyampaikan, program tersebut sebagai ikhtiar Pemkab Pamekasan memberikan kepastian kesehatan kepada masyarakat setelah sebelumnya menyalurkan mobil sigap kepada seluruh desa, dan program Pamekasan Call Care (PCC) yang berjalan dengan baik.

“Sekarang masyarakat tinggal telpon untuk minta diantar ke fasilitas kesehatan, kemudian mobil sigap menjemput ke rumahnya. Setelah di rumah sakit cukup menunjukkan KTP, gratis, profesional, dan cepat. Program ini untuk masyarakat Pamekasan,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, launching program itu ditandai dengan santunan secara simbolis kepada beberapa komponen masyarakat. Meliputi guru ngaji, petani, tukang becak, penyandang disabilitas, pendidik, pedagang, dan wartawan.

“Semoga program ini bermanfaat kepada masyarakat Pamekasan. Ini merupakan ikhtiar kami dalam memberikan layanan kesehatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan