BKSP DPDRI BERSAMA THE ASEAN SECRETARIAT DORONG STABILITAS DAN PERDAMAIAN DI KAWASAN ASIA TENGGARA

BKSP DPDRI BERSAMA THE ASEAN SECRETARIAT DORONG STABILITAS DAN PERDAMAIAN DI KAWASAN ASIA TENGGARA

JAKARTA – Jurnal Hukum Indonesia.- Badan Kerja Sama Parlemen Sekretariat DPD RI menggelar Rapat Kerja dengan The ASEAN Secretariat. Agenda pertemuan pada hari ini adalah untuk mendalami lebih dalam peran strategis ASEAN di kawasan Asia Tenggara dan menjajaki peluang kerja sama dalam mendorong stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI III, Sultan Baktiar Najamudin di Gedung Sekretariat, Jakarta Selatan ((9/6)

Dalam kesempatan tersebut Sultan juga menyampaikan, DPD RI sebagai bagian dari parlemen Indonesia semenjak tahun 2004. DPD RI diberikan ruang untuk mengembangkan hubungan dan jejaring baik dengan parlemen Negara sahabat maupun dengan organisasi internasional, walaupun sempat terkendala saat pandemi covid-19 masuk ke Indonesia.

BACA JUGA :  Ning Farin: Istigosah dan Tahlil Hadiah untuk Orang Tua Yang Wafat Akibat Erupsi dan Covid-19

“Pandemi COVID-19 menjadi salah satu contoh bagaimana pentingnya sebuah kerja sama dan solidaritas internasional untuk mengatasi tantangan penyebaran penyakit menular, yang tidak hanya mengancam kesehatan publik, tetapi juga berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi, penyediaan tenaga kerja, dan legitimasi politik pemerintah sebuah Negara,” ungkap Sultan.

Sultan juga menyoroti pengembangan hubungan antara DPD RI dengan The ASEAN Secretariat cukup strategis, karena ASEAN semenjak berdiri tahun 1967, telah menjadi organisasi kerja sama antar pemerintah (inter governmental organization) yang berhasil mendorong stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

Sultan menambahkan bahwa Provinsi-provinsi di Indonesia saat ini terus membangun diri mereka dengan cepat untuk meningkatkan daya saing dan potensi daerah mereka, sementara pada saat yang sama berbagai dinamika hubungan internasional terkait isu-isu seperti perubahan iklim, penangkapan ikan illegal dan tidak dilaporkan, terorisme, perdagangan manusia, perlindungan tenaga kerja, bahkan potensi konflik di Laut Cina Selatan, telah menjadi perhatian masyarakat di daerah.

BACA JUGA :  URIP HARYANTO Angkat Bicara Demi Untuk Warga Desa Masyarakat Awam Se,Indonesia Di Manapun Berada

“DPD RI ingin mendalami dinamika kawasan ini untuk mendapatkan perspektif yang utuh mengenai potensi-potensi yang dapat mengganggu atau dapat mendukung peningkatan kualitas pembangunan di daerah tersebut,” jelasnya

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua I BKSP Dr. Richard Hamonangan Pasaribu, B.Sc., M.Sc, mengutarakan bahwa BKSP mengapresiasi keberadaan ASEAN.

“BKSP DPD RI memandang ASEAN sebagai faktor penting dalam membangun kawasan Asia Tenggara menjadi kawasan yang damai dan stabil, sehingga Negara anggota ASEAN dapat lebih fokus dalam membangun urusan-urusan dalam negeri mereka,” ujarnya.

BACA JUGA :  Puan Maharani Buka Kickoff Meeting P20, Gubernur Khofifah Sebut Jadi Momentum Dorong Percepatan Kebangkitan Jatim

Richard menambahkan bahwa kemampuan ASEAN untuk mereduksi potensi konflik sesama Negara anggota, menurutnya hal ini sama baiknya dengan peran Uni Eropa.

“Sebagai anggota parlemen negara terbesar di Asia Tenggara, kami ingin perdamaian dan stabilitas kawasan tersebut dapat terus terjaga, melalui upaya-upaya untuk mempromosikan dialog, diplomasi maupun pengembanga kolaborasi pada sektor ekonomi dan sosial-budaya yang dapat memacu daya saing provinsi-provinsi, khususnya di Indonesia,” pungkas Richard.

Dalam Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua II BKSP, Ali Ridho Azhari serta Anggota BKSP lainnya yaitu Marthin Billa, Sylviana Murni, Elviana, Denty Eka Widi Pratiwi, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Alexander Fransiscus, Maya Rumantir, Emma Yohanna, Yustina Ismiati juga Andi Prayoga Singkaru.

Tinggalkan Balasan