Berita  

BNN Propinsi Jawa Timur Hilangkan Nama HS Saat Press Release, Warga Desa Gunung Eleh Kedungdung Sampang Kecewa !!

BNN Propinsi Jawa Timur Hilangkan Nama HS Saat Press Release, Warga Desa Gunung Eleh Kedungdung Sampang Kecewa !!

Sampang – Jurnal Hukum Indonesia.- Penangkapan pasangan suami istri (Pasutri) pengedar narkotika jenis sabu beberapa hari lalu ternyata menuai rasa kecewa dengan hasil release yang di gelar BNNP Jawa timur. Pasalnya, Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur, tidak mencantumkan nama HS (inisial) saat melaksanakan press release pada Kamis (02/06/2022) kemarin.

Inisial HS merupakan seorang perempuan yang berhasil diamankan oleh pihak BNNP Jawa Timur, pada Senin (30/05/2022) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB. Perempuan berusia 31 tahun itu ditangkap bersama sang suami inisial TG (36) di kediamannya di dusun plampe’an desa gunung eleh kecamatan Kedungdung kabupaten Sampang madura.

Pasangan suami istri (Pasutri) tersebut diduga telah terlibat dalam tindak pidana peredaran gelap narkotika jenis sabu.

“Kami kecewa dan amat menyayangkan sikap BNNP Jatim, yang tidak memasukkan salah satu nama terduga pengedar narkoba dalam rilis yang digelar pada beberapa hari kemarin,” kata Kiai Seinul Abidin, salah seorang tokoh masyarakat setempat, kepada awak media, Sabtu (04/06/2022).

BACA JUGA :  Rincian Pelanggaran dan Denda Tilang Elektronik

BNN Propinsi Jawa Timur Hilangkan Nama HS Saat Press Release, Warga Desa Gunung Eleh Kedungdung Sampang Kecewa !!

Kendati demikian, pria berusia 52 tahun itu mengapresiasi atas keberhasilan BNNP Jatim dalam mengungkap pelaku tindak pidana peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu yang sangat meresahkan warga tersebut.

“Di satu sisi penangkapan pasutri ini sangat menggembirakan, namun di sisi lain dengan dibiarkannya sang istri bebas dari jeratan hukum bakal menimbulkan rasa ketidak percayaan masyarakat kepada BNNP Jatim,” ujar Kiai Seinul.

Menurutnya, Saat dilakukan penangkapan pasangan suami istri tersebut, inisial HS sempat di tes urine dan hasilnya positif. Namun, kata dia, berdasarkan keterangan dari pihak BNNP Jatim bahwa inisial HS hanya berstatus saksi.

“Padahal mereka (pasutri,red) ini satu kesatuan, sama-sama bandar narkoba, kok bisa dibilang saksi. Jika salah satu dari mereka itu di lepas, berarti BNNP ini setengah hati memberantas peredaran narkoba, dan ini bahaya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Resmikan Smelter Nikel di Konawe, Presiden: Akan Tingkatkan Nilai Tambah

Mestinya, lanjut Kiai Seinul, pihak BNNP berkomitmen dalam menanggulangi penyalahgunaan dan memberantas peredaran narkoba serta menghukum para pelakunya dengan hukuman yang setinggi-tingginya.

“Perilaku penyalahgunaan narkotika ini tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup dan masa depan para pelaku saja, Namun juga keberlangsungan serta masa depan bangsa dan negara,” tegasnya.

Persoalan narkoba, lanjutnya, adalah kejahatan yang sangat luar biasa, sehingga harus ditangani secara yang luar biasa pula. Jangan sampai Kabupaten Sampang ini nantinya akan menjadi darurat narkoba, akibat ulah para sindikat narkoba.

“BNNP Jatim atau aparat penegak hukum lainnya menjadi tumpuan masyarakat dalam memberangus narkoba, bukan malah melepas pelaku barang haram itu. Ini sama saja menghancurkan generasi muda di daerah kami,” sesalnya.

Untuk itu, Kami meminta pihak BNNP Jatim memproses pasangan suami istri tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini, untuk memberikan efek jera bagi mereka yang sudah merusak kehidupan masyarakat.

BACA JUGA :  Pada Acara Penganugrahan Penghargaan Tan Hana Dharma Mangrwa, Penonton "Terbius" dengan Suara Ajeng Penyanyi Cilik Asal Lumajang

“Kami berharap mereka berdua (pasutri,red) di proses secara hukum, tidak ada kata maaf sedikit pun terhadap orang-orang yang terlibat narkoba, apalagi di lepas begitu saja. Ini sangat kami sesalkan,” harapnya.

Kiai Seinul juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran BNNP Jatim atas keberhasilannya mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

“Mewakili para kiai, para tokoh masyarakat, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak BNNP Jatim yang telah melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba di desa kami,” tandasnya.

Hingga berita ini dilansir, pihak BNNP Jawa Timur saat dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui nomor telephone seluler tidak diangkat meski nada sambungnya terdengar aktif.

Tinggalkan Balasan