Berita  

BPS Merilis Laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Jatim 2022

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
BPS Merilis Laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Jatim 2022

Jatim – Jurnal Hukum Indonesia.–

Data terkait kependudukan sangat vital karena menjadi dasar dalam penetapan sasaran pembangunan di segala bidang misalnya pembangunan di bidang kesehatan, ekonomi, dsb. Selain itu, penduduk di suatu wilayah juga merupakan modal bagi pembangunan, misalnya ketersediaan penduduk usia produktif, dll.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan, dalam laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur 2022. Melansir laman resmi BPS Jatim pada tanggal 9 Desember 2022, jumlah, komposisi dan kualitas penduduk merupakan aspek penting yang harus diperhatikan, terutama jika dikaitkan dengan penduduk sebagai subjek sekaligus objek pembangunan.

BACA JUGA :  Bebas ODOL 2023, Ditlantas Polda Banten Gelar Sinergi Bersama Para Pengusaha Angkutan, Karoseri Dan Instansi Terkait

Jumlah penduduk terkait erat dengan pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang terkendali merupakan kunci dalam menjamin keberlangsungan proses pembangunan yang berkualitas, karena semua program pembangunan tentunya memiliki batasan sumber daya, sebagai contoh batasan anggaran yang tersedia.

Komposisi/struktur penduduk di suatu wilayah juga menjadi aspek yang tidak kalah penting dalam pembangunan. Perubahan struktur umur dan komposisi jenis kelamin suatu wilayah akan menuntut penyediaan kebutuhan hidup yang sesuai. Jika tidak, maka pembangunan tidak akan berjalan optimal dan tidak merata bagi setiap elemen masyarakat.

“Misalnya suatu wilayah yang memiliki jumlah penduduk muda yang besar memerlukan penyediaan sarana pendidikan dan penyediaan lapangan kerja yang lebih banyak,” kata Dadang.

BACA JUGA :  Momen Harkitnas, Bupati Ipuk Ajak Masyarakat Bangkit dari Pandemi

Ia menuturkan, tujuan utama pembangunan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah menyelenggarakan program-program pembangunan yang berkesinambungan, menyeluruh, terarah dan terpadu. Dalam pelaksanaannya diperlukan indikator-indikator yang dapat mencerminkan taraf kesejahteraan rakyat.

“Publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur 2022 ini menyajikan indikator-indikator yang dimaksud. Data yang digunakan berasal dari BPS dan data sekunder dari instansi lain, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Kesehatan. Lebih rinci, data BPS bersumber dari hasil pelaksanaan Susenas, Sakernas, SDKI dan hasil Sensus Penduduk,” terang Dadang.

Data dari berbagai sumber tersebut selanjutnya diolah dan akan disajikan dalam bentuk analisis indikator kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, serta indikator kemiskinan dan indikator sosial lainnya.

BACA JUGA :  Bupati Yes Dorong Dekopinda Bangun Digitalisasi Koperasi

Sebagai informasi, publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur 2022 ini dapat diakses di https://jatim.bps.go.id/publication.html.

Tinggalkan Balasan