Berita  

Buseeet !Oknom Kadus Topoh di duga Pungli Warga Buat E-KTP Ulang

Buseeet !Oknom Kadus Topoh di duga Pungli Warga Buat E-KTP Ulang

Pamekasan – Jurnal Hukum Indonesia.- Banyaknya pelaku Pungutan Liar (Pungli) pada proses pembuatan KTP elektronik masih kerap terjadi. Praktek tersebut terjadi bukan hanya di tingkat daerah.

Selain itu, melainkan di kota-kota besar, dan bahkan hal ini kerap terjadi hingga pada pelosok desa yang pelakunya para oknom oknom perangkat desa di tingkat dusun(kadus)
Seperti yang terjadi di dusun topoh dengan kepala dusun(Hariyanto) desa Batukerbuy kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan di duga telah melakukan pungli Pembiatan ulang E-KTP warganya yang hilang dengan nilai yang cukup siknifikan(Rp.75.000).

Menurut penuturan sumber berita masyarakat Topoh desa Batukerbuy kecamatan pasean dimana sumber tersebut tidak mau di sebutkan namanya dalam pemberitaan pastinya dapat di percaya, karena mulai via telp hingga bertatap muka langsung pada selasa malam(31/5).

BACA JUGA :  Wagub Emil -- Kesehatan Petani Jadi Fokus Pemprov Jatim

tetap tidak berubah yang menyatakan bahwa:
” Saya prihatin pada masyarakat di dusun kami yang sekarang kembali lagi terjadi pada pengurusan ulang E KTP yang hilang atas nama dengan inisial “E” pergi ke rumah kadus Topoh desa Batukerbuy kecamatan Pasean di mana sesampainya di mintai biaya sebesar Rp 75.000 , padahal selesainya KTP “E” itu bersamaan dengan warga lainnya yg melakukan perubahan, KTP hilang dan lain lainnya oleh desa, setelah tahu suaminya merasa keberatan “jelas sumber kepada awak media.

Selanjutnya di waktu yang berbeda saat kadus topoh yang bernama Hariyanto di konfirmasi via chat wa menyebutkan staf kecamatan yang menyatakan bahwa,
” Kalau bisa kita ketemu langsung kakak” namun beberapa saat kemudian di lanjutkan ” lebih baik di tanyakan langsung kepada H Edy (Staf Kecamatan Pasean) kalau bisa kerumahnya….” jawab Pamong topoh (red) yang di duga suka berpraktek pungli pada warganya,” tandasnya.

BACA JUGA :  Rakernas NasDem dan Suksesi Kepemimpinan Nasional

Selang sehari setelah konfirmasi kepada pamong Yanto pihak Awak Media melanjutkan kepada H Edy staf kecamatan yang menjelaskan bahwa
” Seingat saya kemarin sebelum pilkades serentak tepat di bulan puasa di desa di umumkan kepada warganya kalau ada yang mau merubah KK , KTP hilang dan lainnya silahkan di bawa kedesa melalui kepala dusun masing masing biar nanti desa yang membawa secara kolektif ke Kabupaten Pamekasan, kalau yang sebelum kolektif itu memang sering pamong topoh(red) itu menitip merubah KTP, KK dan lainnya kepada saya dan saya meminta ke pamong Yanto Rp 30.000 apabila tersebut hilang dan kehilangannya yang kepolisian itu menyuruh saya saya mengambil Rp 50.000-75.000 karena saya memberi juga kepada Pelayanan Polres Pamekasan ” jelas H Edy terang terangan .

BACA JUGA :  Kapolda Banten Dampingi Kalemdiklat Polri Tinjau Vaksinasi Booster Serentak Di Kota Cilegon

Sebenarnya proses pembuatan , perubahan, dan kehilangan KTP / KK jika mau membuat atau mencetak ulang pemerintah sudah memudahkan dan mengratiskan tanpa di pungut biaya sepeserpun.
Mengutip dari pemkesra provinsi Banten pidato mentri dalam negeri ,Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Ia meminta kepada masyarakat jika menemukan pungli segera melaporkannya ke Kementerian Dalam Negeri Indonesia

Selain itu pula Pemerintah sendiri telah banyak berupaya memberantas pungli. Rambu-rambu sudah ada, sistem sudah ada perbaikan, dan dibentuk tim terpadu,” Tjahjo Kumolo.

Tinggalkan Balasan