Berita  

Caecailia Ni Ketut Sresti Minta Keadilan Gaji Sebagai Perawat Selama 36 Tahun Tidak Dibayar

Caecailia Ni Ketut Sresti Minta Keadilan Gaji Sebagai Perawat Selama 36 Tahun Tidak Dibayar

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.- Penasehat hukum Evy Susantie SH,MH mendampingi kliennya Caecailia Ni Ketut Sresti (68) tahun Mantan Perawat Rumah Sakit RKZ Surabaya, melakukan gugutan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Amin Widodo dan Haryo yang beralamat di Jalan Cisadane No 54 Surabaya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.Kamis, (30/06/2022).

Evy Susantie mengatakan bahwa, Caecailia awalnya sebagai perawat di Rumah Sakit RKZ atau Rumah Sakit St Paulo Surabaya, pada saat itu oleh pihak Rumah Sakit ditugaskan untuk merawat pasien Inge Wibisono (Alm) mulai tahun 1980, tidak lama kemudian Caecailia diminta untuk menemani pasien Inge Wibisono berobat ke Rumah Sakit Singapura dan kebetulan Caecailia pada saat itu mendapat cuti dari tempat bekerjanya sebagai perawat di Rumah Sakit RZK atau Rumah Sakit St. Vincetius St. Paulo Surabaya.

Setelah itu sepulangnya dari menemani pasien Inge Wibisono berobat ke Singapura, Caecailia langsung mendapat teguran oleh pihak rumah sakit RKZ, dikarenakan kepergiannya ke singapura melewati masa cuti yang diberikan dari Rumah Sakit Tempat dia bekerja sebagai perawat, sehingga Caecailia diberhentikan dari rumah sakit RKZ tempat Caecailia bekerja sebagai perawat.

BACA JUGA :  Berhasil Bina Sekolah Lain, Sembilan Sekolah di Surabaya Dapat Penghargaan Adiwiyata Mandiri dari KLHK

Achirnya pasien Inge Wibisono tepatnya pada bulan Oktober tahun 1984 menawari untuk berkerja sebagai perawat pribadi dirumahnya dengan kesepakatan gaji Rp. 3 juta perbulan.

Inge Wibisono juga menyampaikan terkait gaji tiap bulannya bisa dititipkan sebagai tabungan hari tua dan jika memerlukan atau membutuhkan bisa kasbon,

Setelah Pasien Inge Wibisono meninggal, Gaji yang dititipkan tersebut sejumlah Rp 1.279.000.000. yang seharusnya berhak diterima oleh Caecailia ternyata sampai sekarang tidak diberikan oleh Amin dan Haryo yang mendapat amanah dari Almarhum Inge Wibisono untuk membayar gaji nya perawat.

Perlu Diketahui Caecailia Selaian bekerja sebagai perawat pribadi almarhum Inge Wibisono juga menjaga toko elektronik milik almarhum Inge Wibisono, karena pada waktu meninggal dunia, banyak barang barang elektronik yang belum terbayar ke sales sekitar Rp 15.000.000 oleh Almarhum Inge Wibisono.

BACA JUGA :  Rugi Milyaran Rupiah, Korban Penipuan Investasi Bodong Melapor ke Polda Jatim

Sehingga Caecailia merasa kasihan, achirnya Caecailia membantu membuka toko milik almarhum agar bisa menutupi hutang barang yang belum terbayar oleh almarhum, selama toko dibuka setiap hari oleh Caecailia mantan perawat pribadi almarhum Inge Wibisono, hutang barang yang belum terbayar jadi lunas semua, setelah Caecailia melunasi hutang almarhum seketika itu disuruh pergi cari tempat lain.achirnya Caecailia dibantu temannya dikenalkan Pengacara untuk mendampingi melaporkan ke polisi dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) surabaya.

Untuk itu kami sebagai penasehat hukum Caecailia akan memperjuangkan gaji yang bekerja selama puluhan tahun sebagai perawat tidak dibayar, bahkan Caecailia pernah mendatangi tempat tinggal Amin dan Haryo di Jalan Cisadane no 54 untuk diselesaikan secara kekeluargaan, tapi Amin dan Haryo tidak bisa ditemui,

Sehingga Caecailia didampingi penasehat hukumnya mendaftarkan Gugutan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri ( PN) Surabaya terhadap Amin Widodo dan Haryo karena tidak ada Itikad baik untuk menyelesaikan gaji yang belum terbayar selama merawat orang tuanya puluhan tahun sampai meninggal,

BACA JUGA :  Kabid Humas : Hasil Pantauan CCTV Arus Mudik Di 10 Titik Wilayah Hukum Polda Banten

Amin Widodo dan Haryo sebagai Tergugat harus membayar kerugian materiil dan imateriil kepada Caecailia sebesar Rp. 2.279.000.000 setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap ((Inkracht Van Gewisjde) : 4. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (Consevatoir Beslag) atas atas sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cisadane No. 54 milik almarhum Inge Wibisono,” kata Evy kepada awakmedia.

Ia menambahkan selain melakukan Gugutan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Caecailia juga melakuan pengaduan ke Polrestabes Surabaya. Pada tanggal 06 Juni 2022  tentang dugaan Tindak Pidana Penipuan sebagai mana diatur sesuai Pasal 378 KUHP ke Polrestabes Surabaya.

Tinggalkan Balasan