Berita  

Clifton Leonard Cahyono Diadili Menabrak Pengendara Motor,  Dua Nyawa melayang

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Clifton Leonard Cahyono Diadili Menabrak Pengendara Motor,  Dua Nyawa melayang

Clifton Leonard Cahyono Diadili Menabrak Pengendara Motor,  Dua Nyawa melayang

 

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.-

Sidang perdana terdakwa Clifton Leonard Cahyono perkara Laka Lantas yang mengakibatkan dua nyawa melayang, sidang digelar diruang Garuda  Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya.Rabu (9/11/2022)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan didalam dakwaanya menyatakan bahwa terdakwa mengemudikan mobil jenis Yaris yang melebihi batas kecepatan hingga mengakibatkan 2 orang pengendara meninggal dunia.

Atas peristiwa tersebut, JPU menjerat terdakwa Clifton Leonard Cahyono, sebagaimana yang diatur dalam pasal 311 ayat (5) Undang Undang RI nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan pada sidang berikutnya akan menghadirkan 5 orang saksi untuk  didengar keterangannya dalam perkara tersebut. 5 orang saksi yakni, Jeremiah, Ari Satriyo Putro, Didik, Supar dan M. Kischil.

BACA JUGA :  *2 Anggota Polrestabes Surabaya Mendapat Reward dari Kapolda Jatim*

Saksi Jeremiah didalam keterangannya, pada saat kejadian, Saksi mengendarai Mobil Yaris bersama terdakwa Clifton dan yang menyetir mobil adalah terdakwa Clifton.  tepatnya di perempatan jalan Siwalankerto yang akan belok kekanan arah ke ITS terdakwa berhenti tiba tiba ada mobil Jenis Honda Civic menyalip dan melempar mobil terdakwa Clifton dengan telor.

Setelah itu, salah satu dalam mobil tersebut acungkan jari tengah dan bilang Jancok maka terdakwa berupaya mengejar.

” Saat terjadi kejar-kejaran, terdakwa di jalur tengah berupaya mendahului truck dengan pindah jalur di sebelah kiri kemudian pindah lagi di jalur tengah dengan maksud mendahului mobil jenis Honda Civic untuk menghentikan ,” ungkapnya.

Sedangkan, Ari Satriyo Putro, mengatakan,

dirinya, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena ada laporan dari masyarakat.

BACA JUGA :  Polres Bangkalan Berhasil Ungkap 646 Kasus Kriminal Sepanjang Tahun 2021

Di TKP dirinya, melihat posisi 2 orang diluar dan 2 didalam mobil. Lantaran dalam keadaan terluka dilakukan evakuasi.

” Ada 4 orang yang kami evakuasi dengan merujuk ke RS.Dr. Soetomo Surabaya, hingga menunggu keluarga korban datang ,” paparnya.

Saksi menambahkan, pada hari itu juga, 2 korban meninggal.

Sementara, Didik Pamungkas selaku, sopir mobil ambulance dari Palang Merah Indonesia, mengatakan, para korban saya larikan ke RS Dr.Soetomo Surabaya.

” Ada 4 unit ambulance saat itu, masing-masing membawa 1 korban ,” bebernya.

Sesi selanjutnya, Supar selaku, Jajaran Kepolisian Lalu Lintas (Lantas) mengatakan,

saat itu, saya sedang piket.

Ada info terkait, kecelakaan maka dirinya, bergerak ke TKP. Setiba di TKP, didapati mobil nabrak pohon dan para korban sudah di larikan ke RS.

Hal lainnya, Supar, mengatakan, bahwa dirinya yang melakukan sketsa TKP.

” Ada tiga ruas di jalan tersebut, dan mobil  Yaris di lajur tengah seandainya Yaris lurus tidak di tabrak Honda Civic ,” bebernya.

Hal serupa, juga disampaikan, M.kischil selaku, ASN Dishub Provinsi Jatim, dipersidangan Sang Pengadil, Suparno, sempat dibingungkan terkait statusnya, apakah sebagai saksi fakta atau Ahli.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah Apresiasi Harmoni, Kolaborasi, Inovasi dan Tugu Pahlawan Fashion

JPU, menanggapi berupa, sebagai Ahli.

Atas pernyataan JPU tersebut, Ketua Majelis Hakim Suparno, mengapa dalam berkas BAP sebagai saksi fakta ?.

Perihal diatas, Ketua Majelis Hakim Suparno, memberi kesempatan saksi guna menyampaikan, keterangan.

Dalam keterangannya, M.Kischil, menyampaikan, bila melihat lokasi di TKP je 2 kendaraan dari analisanya, mobil Yaris menggiring Honda Civic agar ke kanan.sehingga mobil tersebut naik trotoar dan menabrak pohon.

” Mobil Yaris dikemudikan dalam kecepatan melebihi batas ,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan