Berita  

DIHADIRI WABUP, 60 TOKOH AGAMA DAN MASYARAKAT PAKISAJI IKUTI SOSIALISASI FKUB

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
DIHADIRI WABUP, 60 TOKOH AGAMA DAN MASYARAKAT PAKISAJI IKUTI SOSIALISASI FKUB

PAKISAJI – Jurnal Hukum Indonesia.-

Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, SH. MH hadir memberikan arahan pada acara Sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang (21/11) pagi. Sosialisasi ini digelar Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malang ini mengusung tema ‘Dengan Semangat Kerukunan Umat Beragama, Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa’. Beberapa narasumber hadir meliputi Miskat (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang) dan Akbar Fandu Dwi Nugraha (Praktisi Universitas Merdeka Malang), serta mengundang peserta sosialisasi sebanyak 60 orang perwakilan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se Kecamatan Pakisaji.

BACA JUGA :  Sembunyikan Aset Kripto, Adik Indra Kenz Ditahan

”Pemerintah Kabupaten terus melakukan pembinaan dan pendampingan ke masyarakat agar kerukunan beragama tetap terjaga dengan memaksimalkan keberadaan keberadaan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama. Baik di tingkat kabupaten Kecamatan dan Kecamatan, harapannya juga ada di tingkat hingga ke desa / kelurahan,” jelas Wakil Bupati Malang saat memberikan arahan dan disampaikan kembali kala bertemu awak media di usai kegiatan.

Beliau menegaskan, langkah semacam ini ditujukan agar kelak jika muncul sebuah problematika perbedaan pandangan itu bisa terselesaikan melalui forum itu sehingga tidak sampai diangkat ke permukaan. Terlebih saat ini, kata Wakil Bupati Malang, seiring dengan kondisi dan perkembangan media sosial. Misalnya, adanya berita-berita hoax yang diakuinya isinya beritanya tidak betul. Menanggapi hal-hal inilah, sehingga keberadaan FKUB ini bisa mengeliminir problem-problem kecil yang terjadi di lapangan.

”Di media sosial ini, kadang-kadang ada pemberitaan yang belum pas dan akhirnya tersampaikan ke masyarakat yang belum faham sehingga menjadi berita hoax. Maka bagaimana untuk proses eliminirnya? FKUB sebagai lembaga sosial masyarakat yang nanti turut hadir menjelaskan kebenaran berita-berita yang tidak betul, andai itu terjadi. Kerukunan hidup prinsipnya saling toleransi. Artinya ada penghargaan antara minoritas dengan mayoritas, maka di antara keduanya,” terangnya.

Wakil Bupati Malang juga menggambarkan, dengan umpamanya umat Hindu di Pakisaji yang ada di Desa Gelanggang dan Genengan, katakanlah ada tiga orang atau tiga keluarga, kemudian memaksakan ingin mendirikan pura besar, namun itu tidak boleh berdiri di lingkungan mayoritas. Diakuinya, hakikat toleransi itu ada di sebuah ruang saling menghargai antara minoritas dengan mayoritas. ”Demikian pula di saat seperti Desa Gelanggang dan Karangpandan, di sana mayoritas Hindu, sehingga ya umat Islam pun di sana tidak boleh menghalang-halangi. Maka hakikat inilah yang menjadi makna daripada toleransi keberagaman untuk mewujukan kerukunan umat beragama,” pungkas Wakil Bupati Malang.

Tinggalkan Balasan