Berita  

Dinas Peternakan Bangkalan Raih Penghargaan Peringkat Pertama atas Pengendalian Wabah PMK

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Dinas Peternakan Bangkalan Raih Penghargaan Peringkat Pertama atas Pengendalian Wabah PMK

Bangkalan — Jurnal Hukum Indonesia.-

Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan mendapatkan penghargaan peringkat 1 atas kinerja dalam pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penghargaan diberikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ady Karyono selaku Ketua Satgas penanganan wabah PMK provinsi Jawa Timur di Hotel Grand Dafam Signature, Surabaya, Kamis (24/11/2022).

Penghargaan diterima Kadis Peternakan melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Drh. Ali Makki. Atas capaian itu, Kepala Dinas Peternakan Ahmat Hafid, SP, MM mengungkapkan, perolehan penghargaan merupakan hasil kerja keras Satgas PMK Kabupaten Bangkalan, Satgas PMK Kecamatan bersama instansi terkait, dengan berkolaborasi beserta masyarakat khususnya masyarakat peternak dan pelaku usaha peternakan yang punya andil dalam pengendalian PMK di Kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA :  Polres Malang Dirikan Posko Siaga Bencana di Perbatasan Malang - Lumajang

Capaian itu juga atas peran besar kerja keras para dokter hewan dan para medik tanpa mengenal waktu dan lelah dalam melayani penanganan PMK.

“Alhamdulillah dengan gencarnya vaksinasi ternak yang sudah tervaksin hampir mencapai 20?ri populasi sapi di Bangkalan, sampai dengan detik ini selama kurang lebih 2,5 bulan sudah zero case dan tingkat kesembuhan jumlah sapi yang sakit sejumlah 6.465 ekor sudah mencapai 100%,” kata Hafid.

Pihaknya juga memohon doa agar Kabupaten Bangkalan segera bebas dari Penyakit Mulu dan Kuku.

BACA JUGA :  Optimalkan Penanganan PMK Polresta Malang Kota Gelar Vaksinasi Hewan Ternak

Hafid mengatakan, pihaknya juga tengah gencar melakukan sosialisasi di 18 kecamatan tentang penandaan ternak (eartag) sapi dan kerbau.

“Yang sudah di eartag mencapai kurang lebih 10.000 ekor sapi. Yang awalnya capaiannya terendah di Madura dan jawa timur, dengan gencarnya sosialisasi di pasar hewan dan desa, sekarang sementara Kabupaten Bangkalan capai eartagnya pelan tapi pasti sudah merangkak naik tertinggi di Madura dan urutan ke 21 di Jawa Timur,” imbuhnya.

Hafid mengungkapkan, selain untuk penanda jika sapi/kerbau telah divaksin, eartag juga berfungsi sebagai identitas ternak legal dan prasyarat wajib sapi bereartag dalam jual beli sapi dan lalulintas ternak.

Tinggalkan Balasan