Berita  

Dinilai Berdampak Negatif Pada Karakter Anak, Pejalan Soroti Maraknya Mesin Capit Boneka di Bangkalan

Dinilai Berdampak Negatif Pada Karakter Anak, Pejalan Soroti Maraknya Mesin Capit Boneka di Bangkalan

Bangkalan — Jurnal Hukum Indonesia.- Menjamurnya keberadaan usaha Mesin Capit Boneka di Wilayah Kabupaten Bangkalan berupa kotak kaca yang berisi berbagai macam boneka ukuran kini banyak digemari kalangan anak-anak bahkan kadang orang dewasa.

Kondisi seperti itu mengundang sorotan dari salah satu pemerhati lingkungan di kota Bangkalan. Syaiful Anam salah satunya, Syaiful Anam yang juga merupakan ketua Pejalan pada salah satu kelompok komunitas Jurnalis di Bangkalan menilai praktek usaha tersebut mempunya dampak negatif.

Anam, panggilan ketua Pejalan itu mengatakan, keberadaan mesin capit yang menurutnya adalah permainan berhadiah boneka. Para pemain berusaha untuk mendapatkan boneka sebanyak mungkin dengan koin yang dimilikinya dengan cara membeli pada pengelola.

BACA JUGA :  Kaskoarmada II Hadiri Penutupan OPOP Expo 2021

Hal itu kata Anam secara tidak langsung dapat merangsang anak untuk mengetahui tentang salah satu bentuk perjudian. Karena dalam permainan tersebut mengundang rasa ketagihan yang tinggi untuk mendapatkan boneka sasarannya.

” Walau dalam bentuk koin tapi koin tersebut harus dengan membeli untuk bisa bermain, disitulah ada rasa candu untuk terus mendapatkan boneka. Dengan tidak sadar merogoh kantong untuk terus membeli koin ” terang Anam saat dimintai tanggapan. Jum’at (29/7)

Selain itu Anam juga mengatakan, bidang usaha yang sudah berkembang pesat di Bangkalan ini selayaknya dipertanyakan kepada pihak pengelola tentang perijinannya. Sehingga dipastikan ada legalitas khusus dari pihak pemerintah setempat.

BACA JUGA :  "Lomba Kirab Drum Band Sempat Terhenti Selama Sepuluh Menit"

” Dalam hal ini perlu adanya ketegasan dari dinas terkait dalam menanggapi ramainya mesin capit tersebut. Perlu adanya tindakan tegas terutama dari dinas satpol pp jika memang Si pengelola masih belum mengantongi ijin resmi,” tegas Anam.

Dia juga menegaskan setiap bentuk usaha di wilayah Bangkalan harus dipastikan telah mengantongi perijinan sebab dari hal tersebut dinas terkait akan turut bertanggungjawab jika didapati dampak dari keberadaan usaha terkait.

Tinggalkan Balasan