Berita  

Disinyalir Tak Patuhi Perda, Pasar Modern Bebas Berdiri di Kawasan Pasar Rakyat. Gerbang Timur Angkat Suara

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Disinyalir Tak Patuhi Perda, Pasar Modern Bebas Berdiri di Kawasan Pasar Rakyat. Gerbang Timur Angkat Suara

Bangkalan — Jurnal Hukum Indonesia.-

Berdirinya pasar modern di beberapa kawasan pasar rakyat yang diduga tidak sesuai dengan peraturan daerah (Perda) kabupaten Bangkalan, LSM Gerbang Timur mulai angkat suara.

Diketahui contohnya, sebanyak 4 bangunan pasar modern yang berdiri dan beroperasi di sekitar pasar rakyat kecamatan Blega kabupaten Bangkalan disinyalir tidak sesuai dengan ketetapan perda yang berlaku. Dugaan tersebut juga diyakini bahwa pasar modern yang sudah ada terindikasi menyalahi aturan Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang perlindungan pasar rakyat dan penataan pasar modern.

Menyikapi hal tersebut, Amir Hamzah ketua LSM Gerbang Timur mengatakan, berdirinya pasar modern di wilayah pasar rakyat Blega tersebut dianggap sudah menyalahi aturan yang berlaku. Pasalnya dalam perda sudah jelas, bahwa jarak antar pasar rakyat minimal radius 3 km. Jarak antar pasar tradisional dapat kurang dari radius 3 km dengan syarat jam buka tidak bersamaan atau jenis barang yang dijual tidak sama.
Namun kenyataan yang ada jarak tersebut jauh lebih dekat dengan ketentuan yang ada. Kondisi seperti inilah menurut Amir Hamzah akan berpotensi muncul persaingan tidak sehat yang nantinya akan memicu adanya konflik sosial.
“Kalau pengelola pasar modern sudah tidak mengindahkan aturan main yang ada, saya yakin ini akan terjadi persaingan tidak sehat dan memicu konflik dengan toko tradisional di sekitarnya” jelas Amir Hamzah . (Rabu, 21/12)

Selain itu dikatakan, terjadinya pelanggaran terhadap aturan tentang tata cara dan tata laksana pasar modern itu tidak terlepas dari kebijakan dinas terkait. Dalam hal ini jika dinas terkait yaitu DPMPTSP bertindak tegas dalam penanganannya, dirinya yakin kalau ini tidak akan terjadi dan akan sesuai dengan aturan.
“Saya yakin dinas terkait pasti ada injak-injak kaki dengan pihak pengelola, kalau tidak, gak mungkin ini akan terjadi dan terkesan dibiarkan” katanya.

Kepada media Amir Hamzah juga menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya bersama LSM BCW (Bangkalan Corruption Watch) yang diketuai oleh Syukur Sabidin akan melakukan audiensi menyoal penyimpangan pasar modern yang kerap dilihatnya di wilayah kecamatan Blega sampai kecamatan Tanah Merah. Dalam aksi damainya ke kantor DPRD Bangkalan Amir Hamzah akan melibatkan ketua komisi A dan komisi B serta beberapa dinas terkait untuk membahas persoalan yang ada.
“Tunggu saja, kami akan audensi nanti di kantor DPRD” tegasnya.

BACA JUGA :  Polisi Ukraina Temukan Kuburan Massal Berisi 500 Mayat

Tinggalkan Balasan