Berita  

Dosen Vokasi Unair Kembangkan Airbag untuk Lansia

Dosen Vokasi Unair Kembangkan Airbag untuk Lansia

Cegah Dampak Kecelakaan, Dosen Vokasi Kembangkan Airbag untuk Lansia

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.–

Seiring bertambahnya usia, risiko saat kecelakaan akan semakin mengalami peningkatan. Maka, orang lanjut usia (lansia) harus memiliki proteksi yang lebih kuat dibanding mereka yang berusia lebih muda.

Salah satu temuan untuk memastikan keamanan lansia adalah Airbag atau kantung udara untuk orang lansia. Airbag ini merupakan invensi dari dosen asal program studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol Universitas Airlangga (Unair), Aji Akbar Firdaus ST MT. Aji mengaku pengembangan invensi ini diperuntukan bagi para lansia, dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan pengguna.

BACA JUGA :  Presiden Joko Widodo Pimpin Upacara Peringatan ke-77 Hari TNI

Secara lebih lanjut, airbag merupakan salah satu fitur keselamatan yang sering ditemukan di dalam kendaraan roda empat. Dibanding airbag yang sering dijumpai, airbag yang dikembangkan Aji dan tim diklaim dapat lebih cepat merespons benturan, dan dapat mengurangi dampaknya.

Berbeda dengan airbag dalam kendaraan yang diletakan di titik-titik rawan benturan pada moda transportasi, airbag yang dikembangkan oleh Aji justru melekat pada pengguna. “Sehingga dalam posisi berjalan tanpa menggunakan kendaraan pun juga bisa digunakan,” sebut dosen kelahiran Sumenep itu, Rabu (29/3/2023).

BACA JUGA :  Tenaga Kerja Terampil Kunci Penggerak Industri dan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Kantung udara hasil kolaborasi dosen asal Unair, ITS dan ITK ini memiliki mekanisme pengisian udara otomatis yang akan aktif bila terjadi kecelakaan. Selain itu, airbag dapat mendeteksi posisi jatuh dari pengguna bila terjadi kecelakaan. Fitur-fitur ini tentu amat berguna dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna yang merupakan lansia.

Invensi prototype ini telah menerima Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yakni hak paten sederhana pada Oktober 2022 lalu. “Karena masih dalam tahap prototyping sehingga belum bisa ditawarkan ke industri, namun yang pasti harapannya invensi yang ditemukan kedepannya dapat memudahkan orang lain dan membawa manfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan