Berita  

Dua Keterangan, Ahli Pidana Dan Saksi Karyawan Notaris,Terdakwa Edhi Susanto Dan Feni Talim Terpenuhi Pasal 263 KUHP

Dua Keterangan, Ahli Pidana Dan Saksi Karyawan Notaris,Terdakwa Edhi Susanto Dan Feni Talim Terpenuhi Pasal 263 KUHP

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.- Sidang perkara membuat tanda tangan palsu dan didalam surat kuasa dugunakan ke kantor BPN, kembali digelar diruang garuda 2 Pengadilan Negeri (PN)Surabaya, dengan agenda Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad Hari Basuki menghadirkan dipersidangan Saksi ahli pidana dari Unair Sapta Aprillianto dihadapan Ketua Msjelis Hakim Soeparno, untuk menyampaikan keterangan atas perkara yang membelit oknum Notaris Edhi Susanto bersama istrinya, Feni Talim, Kamis (28/7/2022).

Didalam keterangan ahli pidana Sapta Aprillianto dari Universitas Airlangga (Unair) di persidangan menyampaikan
siapa-pun bisa menjadi subyek hukum.
Dimana sifat perbuatan melawan hukum terpenuhi maka pelaku bisa diminta pertanggungjawaban unsur-unsur dalam KUHP.

Terkait pasal 55 yang menurut Ahli adalah ikut mempertanggung jawab juga terkait yang diperbuat oleh pelaku,bukan sekedar bagi pelaku yang melakukan, namun dengan pasal 55 itu juga yang ikut serta tanggung jawab, Dalam konteks itu, tergantung nilai kerugian materiil secara frasa bahwa frasa kerugian dalam pasal 263 jika ada kerugian dalam pasal 263 sifatnya, berpotensi dan tidak harus serta merta ada kerugian.
” Kerugian tidak hanya pada materiil namun, non materiil ,” ujar Ahli.

BACA JUGA :  Baznas Lamongan Gelar Khitanan Massal di RSUD Ngimbang

Masih terkait, kerugian, Ahli menekankan, kerugian atau tidak ada kerugian bagi korban di pasal 263 penekanannya, adalah yang sudah membuat, atau melakukan.
” Di KUHP manapun redaksinya sama ,” beber ahli.

Secara terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad Hari Basuki saat ditemui mengatakan, jeratan pasal 263 yang didakwakan terhadap Notaris Edhi Susanto dan istrinya, Feni Talim,sudah cukup terpenuhi. Dan ditambah dengan keterangan 2 orang saksi dari karyawan Notaris saat dihadirkan dipersidangan sebagai saksi, ialah Saksi Faisol dan Saksi Nanik membenarkan tanda tangan yang ada didalam surat kuasa tersebut adalah tanda tangan Edhi Susanto bahkan Stempel juga milik Notaris.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Kompak Apresiasi Kegiatan Kemanusiaan PMI Kabupaten Jember

Dalam hal ini, jika terkait jeratan pasal 55 bahwa seorang Notaris seharusnya, ditengah-tengah namun, kenapa terdakwa Edhi Susanto yang aktif ?.
Terkait Barang Bukti (BB) 3 sertifikat atas nama Itawati Sidharta itu, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Rahmad Hari Basuki , menyatakan, disita oleh, pihak Kejaksaan Tinggi Jatim, dari kedua terdakwa Edhi Susanto dan Feni Talim, Bukan dari Hardi Kartoyo ( pelapor??).

” Sebelum dilaporkan oleh Hardi Kartoyo (pelapor) tentang BB berupa 3 Sertipikat tersebut, 3 sertipikat itu masih dikuasai terdakwa Edhi Susanto padahal tidak ada terjadi jual beli atau batal, sehingga Hardi Kartoyo belum menguasai sertifikat nya kembali,” terang Harry Basuki.
Diujung pembicaraan, apa yang mendasari oknum notaris Edhi Susanto dan Feni Talim melakukan perubahan sertifikat yang masih milik Hardi Kartoyo (pelapor) padahal belum terjadi jual beli, bahkan belum terjadi pelunasan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan,

BACA JUGA :  Mudik Via Jalan Tol, Perhatikan Skenario Jalur

” Nanti dipersidangan kita akan lihat saat agenda pemeriksaan kedua terdakwaterdakwa ,” pungkas JPU.

Tinggalkan Balasan