Handiwiyanto Law Firm Melakukan MoU Dengan Ubaya Untuk Medukung Program Pemkot Surabaya

Handiwiyanto Law Firm Melakukan MoU Dengan Ubaya Untuk Medukung Program Pemkot Surabaya

Surabaya – Jurnal Hukum Indonesia.- Handiwiyanto Law Firm telah menandatangani MoU dengan Fakultas Hukum Universitas Surabaya (UBAYA) terkait kerja sama ‘Program Triple Helix Engagement’ yang merupakan program Link and Match antara Pemkot Surabaya, Ubaya, hingga industri atau swasta. Dalam penerapannya, diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa lulusan SMA atau SMK khusus kota Surabaya.

Para peserta, berasal dari lulusan SMA/SMK dari keluarga tidak mampu secara ekonomi, kemudian melanjutkan jenjang akademik di UBAYA. Tak sampai di situ, mereka juga diberi kesempatan kerja di industri setelah lulus.

Salah satunya yang memperoleh kesempatan kerjasama itu adalah Handiwiyanto & Associates Law Firm. Di sana, mereka bakal menyerap puluhan, hingga ratusan mahasiswa magang dari Pemkot Surabaya melalui Ubaya.

BACA JUGA :  Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Bisa Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

Meski begitu, proses magang di tempat tersebut tak asal-asalan. Ada kriteria tertentu yang wajib dipenuhi oleh para mahasiswa. Mulai dari nilai akademik, kecakapan, hingga adaptasi dengan permasalahan hukum perdata mau pun pidana.

Founder Of Handiwiyanto & Associates Law Firm, Billy Handiwiyanto mengaku bersyukur telah memperoleh hal tersebut. Ia pun mengapresiasi program Triplehelix yang sudah berjalan sejak tahun lalu.

“Jadi, hari ini kami diundang MoU terkait program itu, saya adalah salah satu vendornya dan kami akan menerima mahasiswa magang untuk kerja dengan jangka waktu 3 tahun,” kata Billy saat ditemui, Rabu (22/6/2922).

Dalam prosesnya nanti, Billy ingin calon calon advokat muda yang magang di tempatnya mempunyai feedback edukasi di luar sekolah. Artinya, pihaknya tak hanya ilmu saja, tapi juga pengalaman untuk langsung praktik di lapangan.

BACA JUGA :  Bupati Bangkalan Berikan Bonus untuk Atlet POPDA Berprestasi

“Jadi, bisa terjun langsung ke dunia lapangan, karena di kampus sangat berbeda dengan dilapangan. dan Saat magang nanti akan ada pengawasan dari Pemkot dan Ubaya,” ujarnya.

Billy menyebut, tak ada kuota atau batasan tertentu yang diperuntukkan di tempatnya. Mengingat, tujuannya utamanya adalah untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memilah dan memilih opsi mahasiswa yang diperoleh dari Ubaya. Mereka yang lolos seleksi dan sesuai kriterianya, bakal dipilih untuk magang hukum di kantornya yang berada di kawasan Kusuma Bangsa Surabaya.

BACA JUGA :  ANGKAT BICARA PIMPINAN UMUM MEDIA TARGETNEWS.ID KECAM : KAPOLRES SAMPANG YANG TIDAK PAHAM UNDANG UNDANG PERS 40

“Sesuai kontrak, 7 tahun, sepertinya ini bisa jadi beberapa tahun lagi bisa terima, karena menunggu selesai magang, tapi di tengah-tengah proses belum selesai, mereka juga boleh praktik ke kita, dan nanti kita akan ajak langsung praktik di pengadilan, kejaksaan, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia ingin para mahasiswa yang magang di tempatnya bisa terbentuk. Terutama, mengarahkan dan memfokuskan bidikan sesuai keahlian masing-masing.

“Awalnya (ilmu hukum) global, kita bentuk nalurinya. Misalnya, waktu magang dia belajar dan tahu tentang pidana, lalu kita arahkan sesuai kebisaan mereka itu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan