HATI YANG TIDAK PERNAH BERSUJUD

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
HATI YANG TIDAK PERNAH BERSUJUD

HATI YANG TIDAK PERNAH BERSUJUD

Jurnal Hukum Indonesia.com.-
Banyak yang rajin melakukan kewajiban ibadah ritual.
Banyak yang bersujud kepada Tuhan sehari puluhan kali.
Tetapi kenapa malah hati mereka semakin keras, keras sekali ?
Kenapa mereka beragama tidak mempergunakan akal ?
Karena mereka telah kehilangan ruh spiritual,
Yang bersujud itu hanya kepala mereka,
Sedangkan hati mereka tidak pernah bersujud, Hati yang tidak pernah bersujud.

Banyak yang rajin melakukan kewajiban ibadah ritual.
Banyak yang bersujud kepada tuhan sehari puluhan kali.
Tetapi itu semua hanya sekedar menjadi ibadah seremonial yang hampa makna, kosong jiwa, yang hanya menghasilkan jidat hitam dan pakaian agamis yg menjadi kebanggaan yang seolah menjadi tanda kesalehan.
Dan teryata budi pekerti, adab, perilaku dan akhlak mereka semakin jelek.
Kenapa demikian ?
Karena mereka telah kehilangan ruh spiritual, Yang bersujud puluhan kali dalam sehari itu hanya kepala mereka,
Sedangkan hati mereka tidak pernah bersujud,
Hati yang tidak pernah bersujud.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi dan PM Marape Bahas Sejumlah Peningkatan Kerja Sama Indonesia-PNG

Banyak yang rajin melakukan kewajiban ibadah ritual.
Banyak yang bersujud kepada Tuhan sehari puluhan kali.
Tetapi kenapa dihati mereka tidak ada cinta kasih ?
Kenapa yang ada dihati mereka hanya :
Kebodohan, keegoan, kesombongan, merasa paling benar, keradikalan, kebencian, kemarahan, kedengkian, intoleransi, permusuhan, caci maki, kebengisan dan senang melukai hati orang
Karena mereka telah kehilangan ruh spiritual, Yang bersujud puluhan kali dalam sehari itu hanya kepala mereka,
Sedangkan hati mereka tidak pernah bersujud,
Hati yang tidak pernah bersujud.

BACA JUGA :  Polda Sumsel Berhasil Gagalkan Pengiriman 4,6 Kg Sabu Dari Palembang Ke Pulau Bangka

Jika ruh spiritual tertanam dihati,
Jika yang bersujud itu hati,
Maka yang akan keluar dari hati itu adalah cinta kasih, kemanusiaan.
Hati yang bersujud kepada Tuhan.

Wallahu A’lamu Bissawaf

Journalist: IDHAM

Tinggalkan Balasan