Berita  

Jangan Minta Diistimewakan, Santri Harus Berusaha dan Berdaya

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Jangan Minta Diistimewakan, Santri Harus Berusaha dan Berdaya

Jakarta — Jurmal Hukum Indonesia.- Menag Yaqut Cholil Qoumas Hari Santri yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2015 adalah penghargaan atas perjuangan para santri pendahulu dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Sebab, Hari Santri tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadratus-syekh KH Hasyim Asy’ari agar para kiai dan santri ikut berjuang dalam memerdekakan negeri.

Ini harus diingat bersama, terutama oleh para santri, bahwa Hari Santri itu penghargaan dari negara kepada santri-santri pendahulu kita yang ikut berjuang memerdekaan NKRI. Kita sekarang mendapat bagian menikmati atas perjuangan para santri terdahulu. Karenanya, jangan enak-enakan, apalagi minta diistimewakan, itu tidak bisa. Kita semua, para santri harus berusaha dan berdaya.

BACA JUGA :  Polri Resmi Menahan 6 Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan

Santri selama ini memang dikenal bisa menjadi apa saja. Santri bisa menjadi pengusaha, menteri, bahkan presiden. Sudah banyak contohnya, ada santri yang menjadi Presiden, yaitu KH Abdurrahman Wahid. Ada santri yang menjadi wakil presiden, yaitu KH Ma’ruf Amin. Bahkan, banyak santri yang menjadi menteri, polisi, TNI, pengusaha, dan profesi lainnya.

Untuk itu, para santri yang saat ini masih di pesantren, harus tetap dan terus tekun belajar dan mengaji. Santri juga harus selalu siap sedia menjaga bangsa dan negara, seperti dicontohkan pendahulunya. Siapa pun yang akan mengganggu kemerdekaan negeri yang dimerdekaan para kyai dan santri, para santri wajib berada pada garda terdepan untuk melawannya.

BACA JUGA :  RAWAT LANSIA TERLANTAR, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN PANTI WERDHA BARU DI SONOKWIJENAN

Selamat merayakan Hari Santri. Jadikan peringatan Hari Santri ini pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan kita masih panjang. Negeri ini membutuhkan para santri.

Tinggalkan Balasan