Kapolres Sampang Bikin Gaduh: Wartawan Dari Berbagai Daerah Duduki Mapolda Jatim, Teriak Copot Kapolres Sampang

Kapolres Sampang Bikin Gaduh: Wartawan Dari Berbagai Daerah Duduki Mapolda Jatim, Teriak Copot Kapolres Sampang

Sampang – Jurnal Hukum Indonesia.— Statement Kapolres Sampang AKBP Arman SH S.I.K, Sudah membuat hati insan pers di seluruh Jawa timur khususnya di Kabupaten Sampang terluka. Hal tersebut dibuktikan dengan gencarnya demontrasi yang terus di lakukan oleh gabungan insan Pers dari berbagai media dan organisasi kewartawanan yang mengatasnamakan Jurnalis Bersatu, Mereka menggelar aksi demonstrasi di halaman Mapolda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani 116, Kota Surabaya. Kamis 23/06/2022

Aksi demontrasi yang kedua kalinya ini merupakan endapan gelombang konflik atas pernyataan Kapolres Sampang AKBP Arman yang diduga telah melanggar UU keterbukaan publik dan konstitusi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Kapolres Sampang Bikin Gaduh: Wartawan Dari Berbagai Daerah Duduki Mapolda Jatim, Teriak Copot Kapolres Sampang

Para insan pers, Sekali lagi menyerukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Alfinta agar segera mencopot dan demosi Kapolres Sampang AKBP Arman.

BACA JUGA :  Pacitan Tumandang, Gubernur Khofifah -- Operasi Pasar Murah Minyak Goreng Dan Salurkan Zakat Produktif Untuk Usaha Ultra Mikro

“Hari ini, kami bergabung dengan rekan-rekan jurnalis JATIM di Surabaya meminta Kapolda JATIM untuk segera mencopot Kapolres Sampang sebagai bentuk pertanggungjawaban dari statementnya yang telah menyimpang dari amanah konstitusi UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” Ujar Aziz Priyanto.

Aziz sangat menyayangkan sikap Kapolres Sampang yang belakangan ini terkesan sengaja memperkeruh suasana serta mengadu domba antar wartawan dengan upaya mengaburkan subtansi isi dari rekaman video yang viral itu.

“AKBP Arman ini telah menggiring opini seolah-olah kita anti terhadap Dewan Pers dan Uji Kompetensi Wartawan. Dimohon agar semua pihak untuk lebih mencermati pernyataan Kapolres Sampang yang ada pada rekaman video itu,” Pintanya.

BACA JUGA :  Suasana Haru Warnai Peresmian Monumen KRI Nanggala-402

Masih, kata Aziz, AKBP Arman mengundang wartawan di Kabupaten Sampang untuk melakukan klarifikasi atas pernyataannya yang dianggap diskriminasi dan menyinggung profesi kuli tinta tersebut.

“Bukan malah bikin berita tandingan dibeberapa media mainstream, seolah-olah mencari pembenaran dari statementnya. Dengan tidak mengakui kesalahannya, AKBP Arman ini tidak siap dengan adanya transformasi Polri yang presisi,” Sesalnya.

Menurutnya, statement Kapolres Sampang telah menciderai prinsip kemerdekaan pers yang dijamin oleh undang-undang, dan Hak Asasi Manusia sebagaimana tertuang dalam konsideran UU Pers, Khususnya pada konsideran menimbang poin (a) dan (b) pada pembukaan Undang-undang Pers.

BACA JUGA :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

“Penyataan AKBP Arman ini bertentangan dengan UU yang lebih tinggi, tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 dan terutama UU Pers,” tegasnya.

Dengan dasar hukum atas UU Pers yang mengatur khusus kehidupan pers, serta kemerdekaan pers dan juga sistem demokrasi dalam berbangsa dan bernegara, dirinya akan maju dan tidak akan gentar dalam memperjuangkan kebenaran itu.

“Mohon do’anya, semoga perjuangan kami hari ini berjalan sukses, kami tidak sudi melihat marwah UU Pers kita di nodai secara “jahat” oleh keangkuhan dan kesombongannya Kapolres Sampang /AKBP Arman,” tandasnya.

Penulis: M.NasirEditor: IDHAM

Tinggalkan Balasan