Berita  

Karyawan PT Ciputra Surya, Emilia Wijaya Dilaporkan Jeki Messakh Ke Polrestabes Surabaya, Dugaan Penipuan Dan Penggelapan 

Karyawan PT Ciputra Surya, Emilia Wijaya Dilaporkan Jeki Messakh Ke Polrestabes Surabaya, Dugaan Penipuan Dan Penggelapan 

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.- Kejari Tanjung Perak melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulfikar saat dikonfirmasi membenarkan  terkait SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan) Nomor B/331/VI/Res.1.11./2022/Satreskrmdari Kasat Reskrim Polrestabes selaku Penyidik. untuk dimulainya penyidikan, terhadap Emilia Wijaya yang bekerja di PT Ciputra surya,Tbk  perkara dugaan tindak pidana dengan sengaja telah melakukan Penipuan dan Penggelapan terkait uang Jeki Messakh (Pelapor)untuk pengurusan AJB (akte jual beli) dan pengurusan BPHTB, belum selesai, hingga rumah di Eksekusi dengan putusan Cacat Hukum yang tidak sesuai Obyeknya, apalagi Jeki Messakh (Pelapor) saat Eksekusi dilakukan tidak berada ditempat, karena ada panggilan dari Mahkamah Agung, bahkan tidak ada pegangan AJB dan BPHTB yang sudah diurus dan lunas.

BACA JUGA :  Kuasa hukum korban penelantaran: kliennya sangat berharap keadilan terwujud di Bangkalan

“Pembayaran AJB dan BPHTB adalah Syarat mutlak bisa mendapatkan kunci tempat tinggal dari Perumnas dengan cara KPR dan sisa  pembayarannya melalui Bank BCA, bukan ke PT Ciputra Surya Tbk, yang tidak ada legal standingnya,”kata Jeki,

PT Ciputra Surya Tbk, melakukan Subrogasi dengan Bank BCA melalui Notaris Jati Lelono tanpa diketahui Pemilik Rumah Jeki Messakh yang sudah mempunyai AJB dan BPHTB, tapi sengaja tidak diberikan Jeki Messakh Dari PT Ciputra Surya Tbk.

Perlu diketahui, Surat Akte Perjanjian Subrogasi No 77 tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Notaris Jati Lelono sesuai alamat tersebut,  Rumah yang masih tercatat di Sertipikat milik Jeki Messakh, tapi dengan mudah PT Ciputra Surya Tbk bisa menguasai rumah tersebut dengan cara Gugatan Wanprestasi, padahal dari awal pembayaran sampai antara Jeki Messakh dan Bank BCA saja.

BACA JUGA :  Wabup Bangkalan Hadiri Deklarasi Jejaring Panca Mandala oleh BPIP RI

Terkait Eksekusi yang dilakukan Juru Sita Pengadilan Negeri (PN)Surabaya oleh Joko Subagio saat dibacakan putusan yang jelas jelas salah Obyeknya tidak sama dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya No Perkara 987/Pdt.G/2014/PN.Sby sampai ketingkat PT (Pengadilan Tinggi) menguatkan putusan PN (Pengadilan Negeri) bahkan sampai Kasasi di MA juga dimenangkan semua?.

Putusan Cacat Hukum Terdapat di No Perkara 987/Pdt.G/2014/PN.Sby

Di Point Nomor 5.tertulis Surat Akte Perjanjian Subrogasi Nomor 7 Tahun 20014 yang ada didalam putusan, sudah jelas tidak sesuai Oyek Yang Di Eksekusi, Kenapa Eksekusi tetap dilakukan,?

Tinggalkan Balasan