Kekayaan SDA Modal Pengembangan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan Mendukung Kebangkitan Ekonomi

Kekayaan SDA Modal Pengembangan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan Mendukung Kebangkitan Ekonomi

Banyuwangi – Jurnal Hukum Indonesia.- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Indonesia dikaruniai potensi sumber daya alam yang melimpah menjadi modal untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dengan wisatawan nusantara (wisnus) sebagai salah satu pasar utama.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman dari WSL atas terselenggaranya World Surfing League 2022 dengan baik. Ini adalah event (selancar) terbaik di dunia yang membangkitkan ekonomi, menggeliatkan kembali pariwisata, dan membuka lapangan kerja,” jelas Menparekraf.

G-Land diklaim sebagai salah satu dari tujuh ombak yang terbaik di dunia yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Ombak kiri G-Land yang juga terkenal panjang dan tubular menjadi poin penting. Hal itu yang menjadi daya pikat para peselancar untuk datang meskipun lokasinya terpencil di tengah hutan dan jauh dari Kota Banyuwangi, dengan menempuh jarak sekitar 80 kilometer atau 2 jam perjalanan.
Meskipun ombak serupa bisa dijumpai di Hawaii, Fiji, dan Tahiti. Namun, G-Land di Indonesia memiliki kelebihan yaitu kondisi perairan yang hangat sehingga para surfer betah berlama-lama mencari ombak di laut.

BACA JUGA :  Kemenpora Dukung Kompetisi Liga 1 2022/2023 Segera Bergulir

Penyelenggaraan kembali WSL di G-Land ini sangat spesial karena G-Land kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan selancar dunia setelah 25 tahun absen. “Ini adalah peristiwa bersejarah dan ke depan kita akan melakukan kolaborasi lebih baik dengan bantuan dari Ibu Bupati dan teman-teman di Kemenkomarves juga, karena kita lihat lapangan kerja yang tercipta luar biasa,” terang Menparekraf.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, kesuksesan penyelenggaraan WSL juga menunjukkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sangat besar sehingga harus dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pariwisata berbasis alam menjadi salah satu yang paling diminati wisatawan karena sesuai dengan tren pariwisata era baru (pascapandemi).

BACA JUGA :  Apresiasi Jawa Pos Radar Kediri Award, Wagub Emil -- Radar Kediri Turut Andil Untuk Kemajuan Wilayah Mataraman

“Sudah saatnya kita gunakan kesempatan ini untuk tentunya mewujudkan pariwisata era baru yang berbasis alam. Jadi kami sangat optimistis dan yakin sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa penyelenggaraan event-event kelas dunia ini akan membangkitkan geliat ekonomi dan lapangan kerja melalui pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas Menprekraf.

Maksimalkan Wisatawan Nusantara
Menparekraf Sandiaga dalam kesempatan tersebut juga bertemu dengan peserta Familiarization Trip (fam trip) Pengenalan Destinasi untuk Pasar Nusantara yang diikuti siswa/i SMK Pariwisata dan mahasiswa Politeknik Pariwisata di Banyuwangi. Mereka sebelumnya diajak untuk mengenal lebih jauh destinasi wisata yang ada di Banyuwangi, khususnya desa wisata serta salah satunya Taman Nasional Alas Purwo dengan Pantai G-Land di dalamnya.

BACA JUGA :  Polda Metro Jaya Gelar Salat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

“Wisatawan nusantara merupakan potensi pasar yang luar biasa. Famtrip ini bukan hanya sekadar mengenalkan destinasi, tapi juga cita-cita pariwisata kita yakni pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” terang Menparekraf.

Pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan itu di antaranya adalah pariwisata yang mengedepankan empat aspek utama yakni kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan. “Edukasi ini sangat penting dan kita akan maksimalkan potensi pariwisata nusantara. Wisatawan nusantara terbukti telah menjadi tulang punggung pariwisata kita pada 2020-2021 saat kita diterpa pandemi,” terang Menparekraf.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Kemenparekraf/Baparekraf dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi. “Mudah-mudahan geliat pariwisata Banyuwangi terus tumbuh dan hadir regenerasi penggerak pariwisata Banyuwangi, khususnya dari para siswa dan mahasiswa ini,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan