Berita  

Ketua Majelis Hakim Tongani,Menolak Eksepsi Itong, Sidang Dilanjutkan Ke Agenda Pembuktian

Ketua Majelis Hakim Tongani,Menolak Eksepsi Itong, Sidang Dilanjutkan Ke Agenda Pembuktian

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.- Sidang lanjutan perkara  dugaan suap yang dilakukan seorang pengacara dan panitera pengganti minggu depan akan dilanjutkan ke agenda pembuktian.setelah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menolak seluruh keberatan atau Eksepsi dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang dilayangkan oleh hakim Itong Isnaeni.

Ketua Majelis Hakim Tongani Didalam Pembacaan putusan sela ini menyatakan menolak seluruh dalil keberatan yang diajukan oleh hakim Itong melalui kuasa hukumnya.selain itu juga hakim berpendapat, splitzing (pemisahan perkara) sudah sesuai dengan  kaedah hukum acara pidana.

BACA JUGA :  Trans Icon Mall Surabaya Diresmikan, Ajak Pengunjung Merasakan Musim Salju

splitzing merupakan wewenang mutlak Penuntut Umum yang telah diatur dalam Pasal 142 KUHAP. Begitupun terkait dengan dengan saksi mahkota, menurut hakim hal itu juga sah dilakukan.

“Menolak seluruhnya eksepsi terdakwa, dan melanjutkan persidangan ini,” ungkapnya, Selasa (12/7).

Menanggapi putusan itu, pengacara hakim Itong Isnaini menyatakan menyadari jija hal itu merupakan kewenangan dari majelis hakim. Namun ia menegaskan, jika prinsipnya pihak hakim Itong hanya ingin meluruskan persidangan tersebut.

“Kami menyadari itu merupakan kewenangan dari majelis hakim, kami hanya ingin hakim meluruskan dari persidangan ini. Karena minimmya alat bukti sehingga diperbolehkan menggunakan saksi mahkota,” tukasnya.

BACA JUGA :  Ditpolairud Polda Banten Gelar Patroli Dialogis Dan Bagikan Masker

Diketahui, sidang perkara tindak pidana korupsi gratifikasi suap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya. Atas perkara ini, Itong tidak sendirian, ia pun didakwa bersama dengan M Hamdan; Panitera Pengganti, dan Hendro Kasiono; seorang pengacara, dalam berkas terpisah. Total suap yang diterima dalam perkara ini mencapai Rp545 juta.

Hakim Itong dan Panitera Pengganti M Hamdan pun dijerat dengan pasal berlapis. Diantaranya Itong Isnaeni dan Hamdan sebagai penerima suap didakwa pasal Kesatu: Pasal 12 huruf c UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.

BACA JUGA :  Dua Laksamana Purnawirawan TNI AL Kunjungi Koarmada II

Sedangkan, terdakwa Hendro Kasiono sebagai pemberi suap didakwa Kesatu: Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Tinggalkan Balasan