Berita  

Ketua PCNU Kota Surabaya, Nahkoda Institusi Kepolisian Akan Mampu Membawa Kepolisian ke Jalur Track yang Lurus

Ketua PCNU Kota Surabaya, Nahkoda Institusi Kepolisian Akan Mampu Membawa Kepolisian ke Jalur Track yang Lurus

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.- Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibin Zuhri mengatakan, institusi Kepolisian Republik Indonesia harus dikuatkan dari upaya pelemahan terhadap salah satu pilar negara itu.

“Jika Polri lemah maka negara akan ikut lemah. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat harus terus memberikan dukungan kepada Polri untuk terus tegar menghadapi ujian terberat ini,” ujar Kh Muhibin Zuhri.

Menurut dia, saya sangat yakin Bapak Kapolri sebagai Nahkoda institusi kepolisian akan mampu membawa kepolisian ke jalur atau track yang lurus, yang sebagaimana mestinya.

BACA JUGA :  Usai Apel Pagi, Satbrimob Polda Banten Laksanakan Kamis Sodaqoh

KH Muhibin Zuhri juga menyampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah bekerja maksimal dan tegas berbuat sesuai aturan dan juga sudah melaksanakan amanah dengan menjaga marwah Polri.

“Saya meyakini bahwa lambat laun kepercayaan publik akan kembali terbangun dan Polri akan keluar dari ujian terberat saat ini,” jelasnya.

KH Muhibin Zuhri, Soliditas pucuk pimpinan kepolisian akan membawa dampak atau efek yang sangat besar terhadap pemulihan kepercayaan diri para Petugas kepolisian yang di lapangan.

“Insya Allah ujian berat ini akan semakin menguatkan Polri ke depan,” ucap KH Muhibin Zuhri, pada Sabtu (27/08/2022).

BACA JUGA :  Dinilai Lambat dan Lelet Proses Penindakan, Korban Penipuan Mobil Kecewa Atas Kinerja Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo

Maka, lanjut dia, masyarakat harus bijak dalam menyikapi dan tidak semakin melemahkan institusi Polri.

“Masih banyak polisi yang baik. Hanya sebagian kecil saja yang melakukan kesalahan, maka jangan digeneralisasi,” katanya.

Selain itu, KH Muhibin Zuhri mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai informasi melalui media sosial yang belum tentu kebenarannya dan mampu memilih serta memilah informasi yang benar atau malah hoaks.

“Masyarakat harus bijak dan cerdas dalam mengonsumsi informasi. Jika sifatnya provokatif dan sumbernya tidak jelas, jangan dipercaya. Pilihlah berita dari media yang terpercaya ataupun lembaga pemerintahan yang berkompeten,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan