Berita  

Menteri PPPA: “Kebaya Goes to UNESCO”, Tekankan Perempuan Sebagai Agen Budaya Bangsa

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Menteri PPPA: “Kebaya Goes to UNESCO”, Tekankan Perempuan Sebagai Agen Budaya Bangsa

Jakarta — Jurnal Hukum Indonesia.-

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengemukakan perempuan memiliki peran sentral sebagai agen kebudayaan. Perempuan berperan dan berkontribusi besar dalam menciptakan sekaligus mempertahankan serta melestarikan produk-produk kebudayaan di masyarakat, salah satunya adalah kebaya.

“Perempuan adalah agen kebudayaan, bukan obyek kebudayaan. Tradisi budaya kita telah dengan sendirinya bercerita bagaimana perempuan nusantara ini berperan dalam membangun budaya. Tidak hanya berkontribusi dalam pelestariannya, perempuan juga berperan besar dalam menciptakan kebudayaan di Indonesia,” ungkap Menteri PPPA dalam sambutannya pada kegiatan Sharing Online: Mengenal Kebaya dan Filosofinya secara virtual, Minggu (06/11).

Menteri PPPA menekankan, peran perempuan sebagai agen kebudayaan tak hanya sekedar melestarikan warisan kebudayaan yang telah ada, namun perempuan pun mampu menciptakan produk-produk sarat akan nilai kearifan lokal dan budaya. Hal tersebut pun sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendorong pemajuan serta pelestarian budayanya melalui penguatan sumber daya manusia.

BACA JUGA :  Desa Wisata Aeng Tong-Tong Sumenep, Warisan UNESCO dengan Mpu Keris Terbanyak di Dunia

Baca Juga : Menteri PPPA Bersama Pengelola Ponpes di Kabupaten Ponorogo dan Para Santri Deklarasikan Pesantren Ramah Anak

“Kami mendorong peran perempuan dalam menciptakan, mempromosikan, memasarkan dan juga menggunakan produk-produk budaya Indonesia seperti kebaya yang kian melekat sebagai identitas dan warisan budaya bangsa Indonesia,” jelas Menteri PPPA, dilansir dari kemenpppa.go.id.

Kebaya mampu membangun kebudayaan bangsa dan memuliakan jati diri bangsa. Keberadaan kebaya sebagai busana nusantara sejak ratusan tahun lalu sudah sepatutnya diakui di kancah dunia sebagai warisan budaya tak benda.

BACA JUGA :  KOMANDAN STTAL AJAK BUDAYAKAN TRADISI MAKANAN NUSANTARA DI LINGKUNGAN KAMPUS STTAL

Menteri PPPA mengatakan, gerakan “Kebaya goes to UNESCO” merupakan sebuah kesempatan besar untuk terus mempromosikan, mendorong, dan juga meningkatkan kemampuan perempuan Indonesia dalam menciptakan kebaya menjadi busana di segala musim, segala usia, serta segala situasi agar kelak anak dan cucu di masa mendatang dapat lebih mencintai serta mengapresiasi warisan budaya nusantara.

“Marilah kita perempuan Indonesia berjuang agar ‘Kebaya goes to UNESCO’ dapat terwujud. Mari kita bergerak saling bahu membahu, bergotong royong, bersolidaritas untuk mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah peradaban dunia, melalui kebaya,” ungkap Menteri PPPA.

Tinggalkan Balasan