Berita  

Milad ke-51 RSIJ Cempaka Putih, Haedar: AUM Adalah Penopang Misi Dakwah-Tajdid Muhammadiyah

Milad ke-51 RSIJ Cempaka Putih, Haedar: AUM Adalah Penopang Misi Dakwah-Tajdid Muhammadiyah

JAKARTA – Jurnal Hukum Indonesia.- Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sejatinya adalah driving post atau kekuatan penggerak bagi misi dakwah dan tajdid Persyarikatan Muhammadiyah. Hal inilah yang didorong oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir supaya menjadi perhatian pokok seluruh AUM di Indonesia.

“AUM adalah aktualisasi dari misi dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Maka sebarkan nilai-nilai Islam yang damai, yang menyantuni, yang ramah, yang peduli, yang mau berbagi terhadap sesama siapapun dia dari berbagai segmen sosial sehingga di rumah sakit ini nilai-nilai Islam hidup untuk semua orang,” kata Haedar.

Dalam pembukaan Milad ke-51 RS Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Kamis (23/6), Haedar menyebut semua AUM telah mengaktualisasikan misi itu saat terjadi pandemi dua tahun terakhir. Dia berharap, aktualisasi ini terus diperkuat setiap saat.

BACA JUGA :  Semarak Berkah Ramadan, Ormas Madas Berbagi Takjil

“Di era pandemi kita jadi pelopor bagaimana menampilkan Islam yang punya kepedulian, punya sikap berbagi dan ada empati. Pada saat yang sama juga rumah sakit dan AUM harus jadi cermin dari tajdid pembaharuan Muhammadiyah,” sebutnya.

“Maka bikinlah berbagai macam inovasi, kreasi dan langkah yang menjadikan RSIJ dan AUM lainnya menjadi uswah hasanah, role model yang maju tetapi memberi kemaslahatan bagi orang banyak sehingga kemajuannya tidak berada di menara gading tapi memberi maslahat bagi orang banyak sebagai aktualisasi dari sifat rahmatan lil ‘alamin,” imbuh Haedar.

BACA JUGA :  UPDATE KEBIJAKAN DI BIDANG PERSONEL, ASPERS PANGKOLINLAMIL HADIRI RAKORPERS TNI AL

Di samping itu, dirinya berpesan mengenai tiga aspek amal jariyah yang salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Maka, dalam mengaktualisasikan unsur dakwah dan tajdid di AUM, seluruh pegawai, BPH, dan karyawan diharapkan menjaga aspek ruhani dan niat bekerja sebagai ibadah.

“Dengan ilmu kedokteran, ilmu kesehatan, ilmu manajemen dan lain sebagainya maka semakin kita berikan, kita jariyahkan, jangan pernah kita merasa kehilangan. Justru dengan ilmu yang kita bagikan berkah Allah turun untuk kita. Bahkan ilmu yang diberikan itu akan menjadi tabungan amal kita,” pesannya.

BACA JUGA :  Itjenal Laksanakan Pemeriksaan Atas Audit Kinerja Pushidrosal

“Dan kalau orientasi berpikir kita dengan profesi yang dimiliki itu tidak hanya bersifat rasional-objektif tapi juga spiritual-ruhaniyah, maka bagi kita sendiri para pelakunya akan menimbulkan tumakninatul qulub, rasa tenang tentram dalam hati kita,” kata Haedar.

“Selamat milad dan mudah-mudahan Allah memberkahi semuanya dan kita tetap gembira, optimis, semangat dan membangun kebersamaan di rumah sakit tercinta ini sehingga semuanya merasa memiliki dan akhirnya rumah sakit ini menjadi semakin berkemajuan,” pungkas Haedar.

Tinggalkan Balasan