Berita  

Musik Keroncong

Musik Keroncong

Surakarta — Jurnal Hukum Indonesia.- Musik keroncong adalah salah satu musik khas Indonesia. Musik keroncong sendiri merupakan salah satu genre musik yang lahir dari perpaduan budaya barat serta timur. Genre musik ini cukup populer dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Musik keroncong pertama kali ditemukan di Kampung Tugu di Batavia pada abad ke-20. Musik ini dibawakan oleh pelaut dari bangsa Portugis.

Jenis musik keroncong mulai populer dan dikenal masyarakat luas pada awal abad 20-an. Musik keroncong sudah melewati 4 fase perubahan sejak tahun 1880, yaitu keroncong tempo doeloe (1880-1920), keroncong abadi (1920-1960), keroncong modern (1920-2000) dan keroncong millennium (2000an).

BACA JUGA :  Dinas PUPR Bangkalan Ajukan 22 M untuk Perbaikan Jalan Tahun Depan

Musik keroncong juga diadaptasi dalam berbagai bentuk, seperti langgam Jawa yang berkembang menjadi campursari, keroncong Koes-Plus yang berirama rock, dan keroncong dangdut atau congdut.

Iring-iringan pada musik keroncong menggunakan beberapa jenis alat musik, yaitu instrumen musik dawai, flute dan vokal. Salah satu instrumen yang khas dari musik keroncong adalah ukulele atau gitar kecil yang memiliki bunyi nyaring.

Banyak tokoh keroncong yang terkenal di Indonesia, seperti Gesang Martohartono, Waldjinah, Hetty Koes Endang, Andjar Any, Manthous dan R.Pringadie. Beberapa tokoh tersebut ada yang berasal dari Kota Solo, seperti Gesang yang terkenal dengan lagunya berjudul Bengawan Solo. Lagu Bengawan Solo tersebut memprakarsai berdirinya keroncong langgam, yang merupakan kolaborasi antara gamelan dan musik keroncong pada tahun 1940-1960. Alasan inilah yang membuat keroncong langgam di Solo mengalami kejayaan.

Tinggalkan Balasan