Berita  

Pemilihan Putra Putri Solo 2022: Hanetepi Darmaning Negari

Pemilihan Putra Putri Solo 2022: Hanetepi Darmaning Negari

Surakarta — Jurnal Hukum Indonesia.- Ajang pemilihan Putra Putri Solo yang bertujuan untuk mencari anak-anak muda di Kota Solo yang berbudaya dan berkarakter baik, pada tiap tahunnya mengusung tema yang berbeda. Tahun 2022 ini, tema yang dipilih adalah “Hanetepi Darmaning Negari.” Tema ini bukan hanya sebuah kalimat tanpa arti. Melainkan, memuat makna dan pesan yang diangkat untuk mendukung keberhasilan acara ini.

Berkaitan dengan tema tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap, gelaran acara pemilihan Putra Putri Solo mampu mewujudkan komitmen untuk dapat menggapai kemasyuran negeri dengan cara bekerja nyata dan berkontribusi untuk kemakmuran Ibu Pertiwi. Pasalnya, ajang pemilihan ini mengajarkan banyak hal, meliputi skill dan knowledge. Putra Putri Solo terpilih haruslah memiliki wawasan yang kuat, berkepribadian baik, paham sejarah dan budaya Kota Solo, paham potensi pariwisata Solo, dan juga memiliki keterampilan berbicara di depan umum.

BACA JUGA :  JAGA SISTEM KEKEBALAN TUBUH, PRAJURIT TIDUR DALAM YONIF 5 MARINIR LAKSANAKAN OLAHRAGA PAGI

Putra Putri Solo merupakan gambaran generasi muda Kota Solo yang berbudaya. Oleh karena itu, mereka didorong untuk bisa mempromosikan budaya Kota Solo, agar lebih dikenal dan disukai oleh masyarakat luas. Hal ini juga dapat meningkatkan perekonomian warga Solo yang notabene bekerja di bidang kesenian dan kerajinan. Maka, dengan begitu mampu menciptakan kemakmuran bagi Kota Solo. Demikianlah, bagi Putra Putri Solo yang terpilih harus bersedia menjadi perwakilan Kota Solo dalam berbagai kegiatan.

Sedangkan, pemilihan warna ungu atau dalam bahasa Jawa disebut dengan wungu, mengandung arti kebangkitan. Warna ungu juga melambangkan loyalitas, kekuatan, dan kemuliaan. Sementara, warna hijau dipilih untuk melambangkan kesuburan, dalam hal ini adalah kemakmuran negeri. Terdapat pula lambang naga yang merupakan representasi dari kesetiaan dan bakti kepada Ibu Pertiwi. Selain itu, ada juga motif batik Tirta Tejo yang mengandung arti kemakmuran dan optimisme yang terus mengalir.
Adanya ajang pemilihan Putra Putri Solo ini diharapkan mampu menggugah semangat anak muda, khususnya di Kota Solo untuk tertarik mengikutinya dan belajar budaya maupun tradisi yang dimiliki kota ini. Dengan begitu mampu mewujudkan salah satu impian Kota Solo sebagaimana tersemat dalam tema “Hanetepi Darmaning Negari.”

Tinggalkan Balasan