Berita  

Pemkab Jember Resmikan J-Bangga Wujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi serta Keluarga yang Berkualitas

Pemkab Jember Resmikan J-Bangga Wujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi serta Keluarga yang Berkualitas

JEMBER — Jurnal Hukum Indonesia.- Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) meresmikan aplikasi Jember Membangun Melalui Keluarga atau J-Bangga, Kamis (7 Juli 2022).

Ada 3 jenis pelayanan utama dalam aplikasi J-Bangga di antaranya J-Perempuan Berdaya, J-Keluarga Berkualitas serta J-Anak Terlindungi.

J-Perempuan Berdaya berisikan layanan Konsultasi Edukasi PUG (Pengarus Utamaan Gender); Konsultasi Kekerasan pada Perempuan; Konsultasi Peningkatan Perempuan di Bidang Ekonomi, Politik, Sosial Budaya, dan Hukum; dan Konsultasi Forum Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA).

BACA JUGA :  Danlanud Raden Sadjad Pimpin Upacara HUT TNI AU ke-76 di Lanud Raden Sadjad

J-Anak Terlindungi berisikan layanan Konsultasi Sebaya; Konsultasi Kekerasan pada Anak; Konsultasi Psikologi Perempuan dan Anak; Konsultasi Pendidikan; dan Taman Baca.

J-Keluarga Berkualitas meliputi layanan Konsultasi Pendewasaan Usia Perkawinan; Konsultasi Calon Pengantin (CATIN); Konsultasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR); Konsultasi Pengaturan Kelahiran; Konsultasi Ketahanan Keluarga Bina Keluarga Balita (BKP), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahterah (UPPKS).

“Tahun 2020 stunting kita 12,9 dan 2021 stunting kita menurun jadi 12,6, kemudian sekarang 2022 posisi kita stunting 11,9, posisi ini di bawah target pemerintah maksimal 14, kita sudah lebih baik tapi ini masih ada stunting,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto.

BACA JUGA :  PANSUS DPD RI TENTANG PCR LAPORKAN HASIL KERJA DALAM SIDANG PARIPURNA DPD RI

Soal stunting ini adalah tanggung jawab semua dari Kabupaten hingga RT dan RW, menentukan keberhasilan penekanan stunting.

“Artinya apa 11,9 persen ialah setiap 100 anak kita terdapat 12 anak yang stunting, berdasarkan laporan Kepala DP3AKB Suprihandoko ke saya, saat ini total yang berisiko stunting di Jember itu jumlahnya 329.000 anak,” sambungnya.

Bupati Hendy mengajak semuanya untuk peduli dan ikut bertindak mengenai pencegahan stunting.

Tinggalkan Balasan