Berita  

Pemkab Lamongan Gencar Promosi Kuliner

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Pemkab Lamongan Gencar Promosi Kuliner

Lamongan — Jurnal Hukum Indonesia.-

Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mempromosikan kuliner sebagai salah satu branding agar semakin Megilan (Mandiri, Elegan, Energik, Inovatif, Loyalitas, Adaptif, Nyaman).

Ragam festival kuliner pun digelar, mulai dari festival 1000 soto, festival rajungan, festival sego muduk, festival 1001 pecel lele.

Melansir laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan pada tanggal 14 Desembee 2022, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menceritakan kesuksesan perantau asal Kecamatan Sekaran dan Kecamatan Maduran yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang pecel lele dan sudah menyebar hingga ke Jabodetabek.

“Mereka tergabung dalam perantauan asal kabupaten Lamongan atau PUALAM dan dapat berkontribusi nyata membantu pembangunan desanya dalam setiap tahunnya,” kata Bupati Lamongan yang biasa disapa Pak Yes.

Pak Yes menerangkan, karena nenjadi potensi kuliner unggulan di Lamongan, pedagang kaki lima (PKL) yang membuka usaha pecel lele dibekali dengan pembinaan dari UMKM sekitar agar lebih berkembang dalam menjalankan usaha.

BACA JUGA :  Kinerja Kapolres Sampang Akan Menjadi Hari Bhayangkara Kelabu

Hal tersebut juga diakui oleh Ketua Forum Komunikasi Kuliner Bersatu Palembang (FK-PKBP), Idrasil Tanjung yang sangat mengapresiasi bakat wirausaha pemuda Lamongan yang amat patuh akan aturan berusaha di bidang kuliner.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan para pemuda dalam merajut bisnis. Kalian sangat patuh dan taat terhadap aturan berusaha di bidang kuliner,” tutur Idrasil.

Beranggotakan 800 orang, FK-PKBPN terdiri dari beberapa penggerak kuliner meliputi, Paguyuban Bakso Solo Berseri (PBSB), jamu gendong, Asosiasi Pecel Lele, Persatuan Pengelo|a Rumah Makan Minang (PPRMM) Sumatera Selatan dan Palembang, Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK), serta Asosiasi Pecel Lele Lamongan.

Tinggalkan Balasan