Berita  

PEMKOT, POLRESTABES, POLRES PEL.TG.PERAK HARUS HADIR DALAM MENGATASI KERAWANAN SOSIAL YANG ADA DI SURABAYA

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
PEMKOT, POLRESTABES, POLRES PEL.TG.PERAK HARUS HADIR DALAM MENGATASI KERAWANAN SOSIAL YANG ADA DI SURABAYA

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.-

Dalam menghadapi era globalisasi pemuda milenial ini, memang pemuda sangatlah dibutuhkan untuk menjaga ke stabilan ekonomi dan keamanan negeri.

Khususnya Surabaya kota yang penduduknya begitu padat tentunya harus bisa menjadi contoh bagi kota-kota yang lain.

Beberapa hari ini Surabaya telah dicemaskan dengan sekelompok pemuda bersenjata/gengster, yang tentunya dengan adanya gengster tersebut masyarakat merasa Surabaya merasa terteror oleh sekelompok pemuda yang bersenjata.

Seperti halnya peristiwa kemaren yang sudah viral dengan adanya selisih paham antar gengster hingga menimbulkan korban di Pakuwon City Surabaya.

Beruntung polisi bisa langsung menangkap gengster tersebut (29/11/2022) dan menetapkan beberapa pemuda sebagai tersangka untuk diproses secara hukum.

Namun tentunya pihak kepolisian tidak akan bisa mencegah hal tersebut untuk tidak terjadi lagi tanpa bantuan para pemuda untuk menetralisir atau meminimalisir agar para pemuda tersebut tidak salah arah.

RH RODIAN MS selaku Ketua Jatim Dhipa Adista Justicia dan juga Pimpum Liputan Hukum Indonesia menuturkan, “Saya sangat prihatin dengan kejadian yang ada di Pakuwon City, Memang pemuda harus selalu diikutkan dalam segala hal, tentunya dalam kegiatan – kegiatan positif, saya melihat kejadian yang dilakukan oleh gengster di Surabaya, memang sangatlah miris hingga sampai jatuh korban.

 

BACA JUGA :  AMAN Berbagi Rezeki Di Jum'at Berkah

PEMKOT, POLRESTABES, POLRES PEL.TG.PERAK HARUS HADIR DALAM MENGATASI KERAWANAN SOSIAL YANG ADA DI SURABAYA

Dan saya juga mengamati hal tersebut, memang tidak luput dari kepemudaan, di sini saya menyarankan agar karang taruna Surabaya bisa aktif kembali sampai ke pengurus bawah RT/RW untuk mengedukasi kegiatan – kegiatan positif, hingga para pemuda tidak salah arah.

Hal yang terjadi tentang kerawanan sosial yang terjadi kemarin yang dilakukan anak – anak muda di Surabaya yang mengkhawatirkan terhadap kerawanan sosial ancaman – ancaman bentuk kriminalitas dengan aktivitas merencanakan sebuah tindakan – tindakan anarkis ini perlu kehadiran Pemerintah Kota Surabaya untuk berusaha menengahi dan sekaligus mencarikan solusi guna anak – anak muda yang mungkin saja karena tidak ada arahan dari pemerintah kota Surabaya untuk diarahkan dan diberikan peluang agar mendapati pekerjaan, lalu diarahkan untuk menjadi anak – anak muda berkreativitas sekaligus anak – anak muda yang berpotensi menunjukkan sebuah eksistensi di segala bidang baik itu seni olah raga teknologi lalu perekonomian dan lain-lain.

Nah itu perlu kehadiran Pemerintah Kota Surabaya tidak lain adalah Walikota dan Wakil Walikota Surabaya untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini yang selanjutnya kehadiran organisasi kepemudaan yang ada di Surabaya baik itu organisasi kepemudahan yang bersifat seperti karang taruna, Pramuka kelompok-kelompok organisasi kepemudaan di bidang kemahasiswaan dan semua prioritas adalah organisasi kepemudaan yang di biayai oleh pemerintah kota Surabaya harus turut hadir, tidak hanya sekedar berstatement menyampaikan pernyataan sikap khawatir prihatin minta maaf itu menurut saya sebuah pernyataan yang umum dan membosankan jadi seharusnya kelembagaan kepemudaan seperti salah satunya mungkin Pramuka lalu karang taruna lalu organisasi kepemudaan kampus ketua – ketuanya yang sudah bisa mendapatkan anggaran dari pemerintah kota Surabaya dalam rangka pembinaan Harus hadir terlibat dan bertanggung jawab terhadap peristiwa ini dan mengevaluasi Apakah anggaran yang diberikan oleh pemerintah sudah cukup untuk mengantisipasi tindakan – tindakan kriminal ancaman kerawanan sosial yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh kaum muda inilah menurut saya kehadiran organisasi kepemudaan kehadiran pemerintah menjadi Wajib hadir menjadi solusi bagi ruang – ruang yang tidak hidup dan bangkit sadar untuk melanjutkan pembangunan masa depan bangsa ini di kaum muda,” tuturnya.

Moch Rokib,SH selaku Redaktur LHI juga Sekwil Jatim AMAN menyampaikan, “Alangkah eloknya jika para orangtua melarang anak anak mereka begadang sampai larut malam, karena saya sendiri pernah melihat mereka di Jl.Rajawali area rel ada sekelompok pemuda baku hantam sekitar jam 04.00 WIB dan tgl.20 Nopember 2022 jam 04.30 WIB gangster ngamuk di area Tanah Merah gg.V mereka memecahkan pos RT 27. Kami pernah koordinasi masalah ini dgn pihak Binmaspol dan Babinsa setempat agar tidak terjadi hal hal yg tidak kita inginkan. Kami berharap pengurus RT/RW maupun pemuda kartar berkomitmen untuk membantu meminimalisir kegiatan gangster2 dengan mengadakan beberapa kegiatan2 positif seperti duta karang taruna, Futsal bareng, olah raga bersama & kegiatan lingkungan untuk memberikan wadah bagi para pemuda di Surabaya.

Dalam waktu dekat, pihak terkait bisa membuat diskusi santai dengan para pemuda di Surabaya Utara untuk mencarikan solusi supaya bisa meminimalisir kegiatan gangster yang tentunya untuk fungsi pengawasan dan pembinaan yang diadakan Pemerintah Kota Surabaya dan kepolisian agar mereka punya kegiatan yang positif,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan