Berita  

Pemprov Jatim Terima Penghargaan WTP Tujuh Kali Berturut -Turut

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Pemprov Jatim Terima Penghargaan WTP Tujuh Kali Berturut -Turut

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan WTP dari Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Taukhid SE di Hotel Bumi Surabaya.

Surabaya – Jurnal Hukum Indonesia.-

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima capaian tujuh kali berturut – turut memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Pemerintah Republik Indonesia tahun anggaran 2021 di hotel Bumi, Senin (14/11/2022). Penghargaan ini, langsung diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Taukhid SE kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Tidak hanya itu, Pemerintah Republik Indonesia juga menyerahkan penghargaan WTP kepada 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Diantaranya 12 kali WTP berturut – turut diberikan kepada Kota Blitar, kemudian 11 kali WTP berturut – turut yaitu, Kota Malang. Kemudian 10 Kali WTP berturut – turut Kota Surabaya, Banyuwangi, dan Ponorogo.

BACA JUGA :  Gubernur Jatim Lantik DPC HKTI se-Jatim

Sembilan kali WTP yaitu Sidoarjo, kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Jombang, Kab. Madiun, Ngawi, dan Pacitan. Delapan Kali WTP diantaranya Bojonegoro, Bondowoso, Kota Kediri, Magetan, Kabupaten Mojokerto, Pamekasan dan Kabupaten Malang. Tujuh kali WTP yaitu Kota Batu, Gresik dan Tuban.

Enam kali WTP yaitu Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Lamongan, Kab. Situbondo, dan Trenggalek. Lima kali WTP yaitu Bangkalan, Kota Madiun, Kab Nganjuk, dan Sumenep.

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada Kepala kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur yang memberikan penghargaan WTP tersebut. Dimana WTP ini adalah sebuah capaian keuangan pemerintah daerah bagaimana kita bisa tertib adminstrasi dan keuangan,”ujarnya.

“Maka itu saya berharap kepada pemerintah kabupatenlkota untuk dapat mempertahankan WTP tersebut. Serta juga dari penghargaan WTP yang diperoleh Kabupaten/Kota ini bisa membuat multiplayer effect terhadap kesejahteraan masyarakatnya di daerahnya,”pinta Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Jatim, Gubernur Jatim meminta kepada Bupati/Walikota se Jatim untuk dapat mempercepat proses vaksinasi booster kepada masyarakat, mengingat ancaman varian covid XBB ini bisa terjadi di akhir Desember 2023. “Maka itu kami minta ini segera diantisipasi oleh bupati/Walikota,serta Kapolres, dan Dandim. Menginggat saat ini juga stok vaksin sudah ada dari kemenkes. Dan Saya, bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya juga akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan vaksin booster tersebut,” katanya.

BACA JUGA :  Penyidik Dittipideksus Bareskrim Temukan TPPU Di Kasus Indosurya

Berikutnya, yaitu percepatan vaksin PMK ke hewan ternak yang ada di Jatim, dan Ketiga juga bupati/Walikota dapat membantu mensukseskan program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Dimana Regsosek adalah upaya pemerintah untuk membangun data kependudukan tunggal, atau satu data.

“Kepada Bupati/Walikota kami minta segera membantu percepatan pendataan regsosek, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada kabupaten/Kota yang sudah melakukan percepatan regsosek sampai 100 %,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan