Berita  

Penghargaan East Java Tourism Award, Gubernur Khofifah Ingatkan Kembali Menjaga Warisan Budaya Tanpa Benda

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Penghargaan East Java Tourism Award, Gubernur Khofifah Ingatkan Kembali Menjaga Warisan Budaya Tanpa Benda

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan sambutan pada pagelaran East Java Tourism Award, di Singhasari Resort Batu, Sabtu(11/12/2022)

Batu – Jurnal Hukum Indonesia.–

Guna memberikan dukungan dan meningkatkan semangat pada sektor kebudayaan dan pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) Kembali menggelar East Java Tourism Award, di Singhasari Resort Batu, Sabtu(11/12/2022).

Pada serangkaian acara tersebut, penghargaan bergengsi tingkat Jawa Timur diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan ini, Gubernur mengingatkan kembali pentingnya mejaga Warisan Budaya Tak Benda(WBTB). Ini sebab banyak WBTB yang diklaim oleh negara lain. Oleh karena itu penting untuk memberi penghargaan WBTB yang baru saja dilakukan oleb pemerintah pusat dan sekarang penghargaan yang sama dilakukan oleh Pemprov Jatim pada kabupaten dan kota.

“Kita baru saja napak tilas bahwa kita pernah memiliki warisan budaya-budaya kita, kemudian kita ketemu di museum arsip banyak di negara lain,” ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur juga menyampaikan bahwa selama tiga tahun ini ia telah melakukan penyisiran manuscript karya ulama Indonesia, salah satunya ditemukan di Timur Tengah, di mana karya KH Mahfud Termas Pacitan yang masing-masing 7 jilid dijadikan referensi dan panduan pendidikan S-3 di Riyadh Arab Saudi.

BACA JUGA :  Ketua DPD RI: Kebebasan Pers Masih Jauh dari Ideal

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hudiyono, mengatakan, kegiatan East Java Tourism Award bertujuan meningkatkan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif serta mempublikasikan secara luas pariwisata di dalam negeri dan luar negeri.

Ia menambahkan pagelaran East Java Tourism Award 2022 memberikan ruang apresiasi untuk insan pariwisata Jawa Timur. Beberapa penghargaan yang diberikan kepada pemenang, yaitu Penghargaan Daya Tarik Wisata sebanyak 9 pemenang, Penghargaan Industri Pariwisata Kategori Pondok Wisata/Homestay sebanyak 14 pemenang, Penghargaan Video Profil Desa Wisata Jawa Timur sebanyak 8 pemenang, dan Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur sebanyak 3 pemenang

BACA JUGA :  6 BULAN PERKARA PENGERUSAKAN RUMAH MAKAN BEBEK KANGEN ROSO DUMAJAH MADURA TERBENGKALAI.. 6 PELAKU TAK TERSENTUH HUKUM

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa berusaha mendorong pemerintah kabupaten/ kota, dalam pemulihan pariwisata melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan. Antara lain, pengelolaan daya tarik wisata maupun industri pariwisata secara maksimal. Untuk meningkatkan daya saing global, diharapkan para pelaku pariwisata memanfaatkan tenologi informasi di antaranya berkreasi di dalam karya film pendek, video profil, dan virtual tour. Untuk memenuhi tujuan tersebut, Pemerintah Jawa Timur secara rutin memberikan penghargaan kepada pengelola daya tarik wisata, industri pariwisata serta masyarakat komunitas film dan videografi yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata dan terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan dan pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, perwakilan Kabupaten dan Kota serta sejumlah pejabat perangkat daerah Provinsi Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan