Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya Ke 729, Sendy Krisna Puspitasari: Fakta Sejarah Dan Perbedaan Tanggal HJKS Sebenarnya

Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya Ke 729, Sendy Krisna Puspitasari: Fakta Sejarah Dan Perbedaan Tanggal HJKS Sebenarnya

Surabaya – Jurnalhukumindonesia.- Setiap tanggal 31 Mei, Kota Surabaya merayakan hari jadinya. Dalam sejarah perjuangan Indonesia, Surabaya adalah kota penting yang menjadi tonggak pendukung kemerdekaan. Jejak budaya dan sejarah yang melewati kota ini pun menjadikannya sebagai tujuan yang berwarna. Senin (23/5/2022).

Dalam perayaannya tahun 2022 ini, secara garis besar dalam serangkaian acara HJKS Ke-729 nanti Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ingin melibatkan UMKM untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan pasca pandemi Covid-19 beberpa tahun ini di Kota Pahlawan.

Namun ada fakta menarik dalam sejarah HJKS setiap tahunnya, yakni ternyata dulu ulang tahun Surabaya diperingati pada tanggal 1 April, tetapi, tanggal 1 April dirasa kurang cocok hingga Wali Kota Surabaya saat itu meminta perubahan tanggal hari jadi Kota Surabaya. Setelah melalui beberapa pilihan dan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dipilihlah tanggal 31 Mei 1293.

Saat Hari Jadi Kota Surabaya ke-729, yang diperingati pada hari Selasa (31/5/2022) pekan depan, ada salah satu sosok perempuan yang inspiratif datangnya dari bidang Pendidikan di Indonesia, yakni “Sari” yang menjelaskan fakta sejarah terkait Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).

BACA JUGA :  Tinjau Proyek Sirkuit Formula E, Presiden: Trek Balapan Sudah Siap

“Sari” mempunyai nama asli Sendy Krisna Puspitasari, lahir di Surabaya 12 Desember 1993, yang merupakan lulusan pascasarjana S-1 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan jalur Beasiswa, lulusan S-2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) dengan jalur pribadi, serta saat ini tengah menjalani program studi S-3 Unair Surabaya dengan jalur pribadi.

Sementara itu, “Sari” saat ini bekerja menjadi Tenaga Outsourcing di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, serta membuka kursus belajar (Les) untuk anak sekolah SD – SMP, untuk menopang kebutuhan hidup dan biaya S-3 Unair Surabaya.

“Sari” membacakan riwayat mengenai HJKS yang tercatat dalam sejarah. Sebelum tahun 1973, HJKS sebenarnya diperingati setiap tanggal 1 April. Tanggal ini merupakan tanggal terbentuknya Gemeente Surabaya atau Kotamadya Surabaya.

“Demikian jelas bahwa tanggal 1 April bukanlah hari lahir Kota Surabaya namun hari lahir pemerintahan Gemente yang dalam penghayatan nilai-nilai kebangsaan Indonesia tentunya sangat bersifat sangat kolonial,” ujar “Sari” saat menjelaskan asal-usul tanggal HJKS.

BACA JUGA :  G20 ACWG Dorong Peran Profesi Hukum dalam Pencegahan Pencucian Uang Hasil Korupsi

Setelah hampir 30 tahun merdeka, berbagai pihak pun meminta Pemerintah Daerah Kotamadya Surabaya untuk mencari tahu hari jadi Kota Surabaya yang sebenar-benarnya. Saat itu tim peneliti pun dibentuk dari berbagai akademisi beranggotakan 13 orang untuk meneliti tanggal hari jadi Kota Surabaya.

“Tim peneliti itu mengusulkan pilihan peristiwa untuk ditetapkan sebagai hari lahir Kota Surabaya antara lain tanggal 31 Mei 1293, 11 September 1294, 7 Juli 1358, dan 3 November 1488,” lanjutnya.

Tanggal terlama yang diajukan adalah 31 Mei 1293. Peristiwa yang terjadi di tanggal tersebut adalah kemenangan pasukan Raden Wijaya saat mengusir tentara tartar dari Ujung Galuh, sebuah pelabuhan utama yang terletak di Surabaya. Sementara tanggal 11 September 1294 adalah peristiwa lanjutan yaitu pemberian apresiasi kepada kepala desa dan rakyat yang membantu pada kemenangan Raden Wijaya di Ujung Galuuh.

“Tanggal 11 September 1294 saat penganugerahan jasa kepala desa dan rakyat di kedurus atas jasanya membantu dan menyelamatkan Raden Widjaja saat bertempur melawan tentara tartar,” sebutnya.

Pilihan selanjutnya yaitu 7 Juli 1358. Tanggal ini tercantum pada Prasasti Trowulan yang kali pertama menyebut nama Surabaya. Di prasasti tersebut, Surabaya merupakan salah satu tempat penambangan kapal atau pulau kecil.

BACA JUGA :  Polri Siap Kawal Kepulangan Jenazah Eril ke Bandung, Jawa Barat

“Tanggal 3 November 1488 yaitu tanggal pada prasasti Jiu yang menyebutkan awal mula pemerintahan Adipati Surabaya,” sambung “Sari”.

Setelah diajukan oleh Pemkot Surabaya, tanggal 31 Mei 1293 pun dipilih sebagai Hari Jadi Kota Surabaya. Dengan pertimbangan utamanya adalah peristiwa heroik yang terjadi pada saat itu. Kemenangan Raden Wijaya bersama warga Surabaya pun diyakini menjadi cikal bakal jiwa nasionalisme dan keberanian yang mengalir di darah Arek-arek Suroboyo.

“Kemenangan Raden Widjaja atas tentara kolonial merupakan kebanggaan, kejayaan rakyat Surabaya. Bila peristiwa tersebut dihubungkan dengan peristiwa 10 November 1945 membuktikan bahwa sejak dahulu kala bangsa Indonesia mempunyai tekat yang besar sekali untuk pantang dijajah dan dijamah harkat martabatnya,” pungkas “Sari”.

“Semoga di Hari Jadi Kota Surabaya yang Ke 729 ini, membawa suatu kemajuan untuk Kota Surabaya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan