Berita  

Polres Probolinggo Kota Ungkap Kasus Curanmor, 8 Pelaku dan 4 Penadah Berhasil Diamankan

Polres Probolinggo Kota Ungkap Kasus Curanmor, 8 Pelaku dan 4 Penadah Berhasil Diamankan

PROBOLINGGO — Jurnal Hukum Indonesia.- Kepolisian Resort Probolinggo Kota kembali mewujudkan komitmennya dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Kota Probolinggo.

Hal tersebut diwujudkan dengan berhasilnya Satreskrim Polres Probolinggo Kota dalam mengungkap tindak kenjahatan pencurian motor yang sempat meresahkan warga masyarakat di Kota Probolinggo.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani S.H.,S.I.K. didampingi oleh Wakapolres Kompol Subiyantana S.H.,M.H. dan Kasat Reskrim AKP Jamal saat pers rilis menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah memberikan ruang gerak bagi para pelaku tindak kejahatan.

BACA JUGA :  Jika Situasi Pandemi Semakin Terkendali, 2022 Indonesia Bisa Bangkit dan Pulih

“Selama bulan Juli lalu, kami berhasil meringkus 8 pelaku Curanmor sekaligus 4 orang penadah,”ungkap AKBP Wadi Sa’bani,kemarin Kamis (11/8/22).

Adapun indentitas pelaku curanmor tersebut berinisial AK, H, F, AS, MPB, J,SSP, RN serta penadah berinisial N, S, H, GS.

”Satu orang pelaku masih di bawah umur dan satu pelaku lagi ada di wilayah Lumajang dengan perkara yang sama ,”jelas AKBP Wadi Sa’bani.

Dari para tersangka ini Polisi berhasil mengamankan barang bukti 8 unit sepeda motor dan 1 unit sepeda angin, seperangkat alat kejahatan berupa kunci astak atau kunci Letter T, sparepart motor, surat – surat kendaraan motor, dan pakaian pelaku.

BACA JUGA :  Muktamar 48 sebagai Ajang Pertemuan Rindu Warga Muhammadiyah

“Delapan pelaku yang kita tangkap Sebagian merupakan pemain lama dan Sebagian pemain baru,”tambah Kapolres Probolinggo Kota.

Ia menambahkan bahwa para tersangka mengakui telah melakukan pencurian di 4 TKP dalam kurun waktu bulan Juli 2022 lalu.

“Terlapor di Polres Probolinggo Kota ada 4 TKP yang memang secara administratif, dalam kurun waktu 1 bulan yaitu bulan Juli kemarin.”terang AKBP Wadi Sa’bani.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, sementara bagi penadah dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana.

Tinggalkan Balasan