Berita  

Presiden Jokowi Berduka, Sebut Kematian Shinzo Abe Tragis

Presiden Jokowi Berduka, Sebut Kematian Shinzo Abe Tragis

Jakarta — Jurnal Hukum Indonesia.- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan belasungkawa atas kematian mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe, pada Jumat (8/7). Ia menyebut kematian Abe tragis.

“Izinkan saya mengungkapkan belasungkawa terdalam atas kematian tragis mantan PM Jepang Shinzo Abe,” kata Jokowi melalui pernyataan di Twitter.

“Kita akan selalu mengingat kontribusinya dalam memperkuat kerja sama RI-Jepang. Semoga keluarga PM Abe dan masyarakat Jepang diberikan kekuatan dalam masa sulit ini.”

Tak hanya Jokowi, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian Abe. JK menyatakan bahwa ia memiliki hubungan persahabatan pribadi dengan Abe.

BACA JUGA :  Targetkan Penurunan Stunting 14 Persen pada 2024, Wapres Minta Komitmen Jalankan Perpres 72/2021

“Kehilangan besar seorang tokoh Asia yang selama ini gigih memperjuangkan kerja sama terutama ekonomi dan menjaga perdamaian kawasan,” kata JK dalam keterangan tertulisnya.

Abe dikonfirmasi meninggal dunia pada pukul 17.03 waktu setempat setelah ditembak saat berkampanye di Kota Nara.

Ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan karena pendarahan parah akibat dua luka tembak di lehernya.

Sementara itu, kepolisian langsung menangkap tersangka setelah insiden terjadi. Dalam proses penyelidikan, tersangka mengaku memang ingin membunuh Abe karena tidak suka pada mantan pemimpin negaranya itu.

BACA JUGA :  Hadiah Seekor Kambing Hiasi Pemberian Reward Polres Bangkalan Kepada Personil Berprestasi

Polisi juga menggeledah rumah tersangka. Di sana, mereka menemukan beberapa senjata rakitan. Senjata itu mirip dengan yang digunakan untuk menyerang Abe.

Selain itu, kepolisian mengungkap tersangka pergi ke lokasi kejadian menggunakan kereta. Namun, mereka tidak menjelaskan detail berapa lama pelaku berada di tempat Abe berkampanye.

Akibat insiden ini, Jepang kehilangan salah satu pejabat penting dalam sejarah Negeri Sakura. Para pemimpin dunia pun ramai-ramai menyampaikan belasungkawa mereka.

Tinggalkan Balasan