Berita  

Ratusan Massa PAKIS Tak Sabar Desak Sekda Bangkalan Mundur Dari Jabatannya

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Ratusan Massa PAKIS Tak Sabar Desak Sekda Bangkalan Mundur Dari Jabatannya

Bangkalan — Jurnal Hukum Indonesia.-

Ratusan Masyarakat Kabupaten Bangkalan, yang mengatasnamakan Pusat Analisa Kajian dan Informasi Strategis (PAKIS) kembali geruduk kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Kamis (15/12/2022)

Mereka tak sabar terus mendesak dan menuntut Taufan Zairinsjah mundur dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Mereka menilai bahwa Taufan menjadi dalang atas tersangkanya bupati nonaktif R. Abdul Latif Amin Imron dan lima kepala dinas dalam kasus lelang jabatan, yang saat ini sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinator Aksi dan Ketua Umum Pakis Abdurrahman Tohir menjelaskan ada tiga orang yang harus bertanggung jawab atas ditangkapnya bupati nonaktif dan lima kepala dinas dalam kasus jual beli jabatan (gratifikasi) ketiga orang tersebut memiliki peran strategis.

“Sekda sebagai Ketua Pansel, Kepala Kepegawaian, dan Erwin Kabag Protokol yang pada saat itu jadi ajudan bupati nonaktif disinyalir menjadi dalang proses asesmen jabatan tinggi pratama,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polisi Upayakan Dana Member Korban Arisan Online Soppeng Dikembalikan

Lanjut Abdurahman, kami kembali datang ke kantor Pemkab Bangkalan ini untuk meminta surat pengunduran diri Sekda Bangkalan, sebagaimana telah kami berikan dan kami titipkan pada asisten bupati pada unjuk rasa kami pertama, tempo hari pada tanggal 23/11/2022 lalu, karena ia juga menilai bahwa bupati nonaktif Ra Latif telah dizalimi oleh bawahan sendiri atas kasus jual beli jabatan (gratifikasi) tersebut. Maka, tiga orang tersebut seharusnya ditahan juga.”imbuhnya

“Jangan kemudian seolah-olah jadi maling teriak maling, jangan lempar batu sembunyi tangan, kalau tidak becus, daripada nantinya kami buka semua bobroknya pada publik, mundur saja dari jabatannya.”pungkas Abdurahman Tohir.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, Ismet Efendi menemui massa aksi di depan kantor Pemkab Bangkalan. Dia berjanji untuk menyampaikan tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi kepada Plt. Bupati dan Sekda Bangkalan.

“Mohon maaf, Bapak Sekda dan Plt. Bupati tidak bisa menemui karena ada kegiatan lain. Nanti, kami sampaikan tuntutan massa aksi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan