Berita  

Sekilas Sejarah AAU

Sekilas Sejarah AAU

Jakarta — Jurnal Hukum Indonesia.- Pada Tanggal 29 Juli 1947 Bapak Agustinus Adisutjipto, Abdulrachman Saleh atau Pak Karbol, serta Adi Soemarmo gugur pada saat mengemban misi kemanusiaan. Pesawat yang mereka tumpangi, yaitu Dakota VT-CLA ditembak Belanda sebagai balasan atas serangan udara terhadap kedudukan-kedudukan Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa oleh tiga orang Kadet Penerbang. Meskipun tiga perintis AURI telah gugur, namun Pendidikan Sekolah Penerbang tidak berhenti guna memperoleh tenaga-tenaga inti Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Pada masa clash kedua, tanggal 19 Desember 1948 Belanda dengan menggunakan pesawat B-25 menghancurkan Pangkalan Udara Maguwo, sehingga lembaga pendidikan maguwo menjadi kehilangan bentuk fisiknya. Untuk pembangunannya kembali pimpinan Angkatan Udara memberikan Surat Keputusan Kerja nomor : 88 / 54-IV / II tanggal 27 April 1950 yang berisi tentang rencana kerja kilat maupun rencana kerja lima tahun. Pedoman kerja pendidikan dan latihan yang diputuskan pimpinan AURI tanggal 11 Desember 1950 antara lain berisi : “bahwa di dalam bidang pendidikan / latihan khusus maupun pendidikan / latihan militer bagi Perwira AURI sendiri dan pendatang / pelajar baru, pada suatu waktu akan dipersatukan dalam Akademi AURI”.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi dan Rombongan Transit di Amsterdam Sebelum Terbang ke Washington

Sekilas Sejarah AAU

Selanjutnya Pendidikan Penerbang dilaksanakan di Andir, Bandung sedang Komando Pendidikan dan Latihan berada di Pangkalan Udara Kalijati. Kemudian melihat banyaknya jurusan Pendidikan Perwira AURI yang dilaksanakan di kesatuan-kesatuan pendidikan, maka berdasarkan Surat Keputusan Kasau tanggal 11 Desember 1950 ; SPL, SMAPA, dan STUPA disatukan di bawah naungan satu Lembaga Pendidikan di Pangkalan Udara Adisutjipto. Peletakan batu pertama pembangunan Kesatrian Akademi Angkatan Udara dilaksanakan tanggal 9 April 1960 oleh Laksamana Muda Udara Aburachmat atas nama Menteri / Pangau.

Dengan Surat Keputusan Menteri / Panglima Angkatan Udara nomor : 52 tahun 1965 tanggal 26 Juli 1965 dinyatakan sebagai hari berdirinya Akademi Angkatan Udara atau AAU. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Menteri Angkatan Udara nomor : 32 tahun 1965 pataka Akademi Angkatan Udara yang bersemboyan “Vidya Karma Vira Paksa” diresmikan dan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada Komandan Jendral Akademi Angkatan Udara, Komodor Udara Dono Indarto. Arti Vidya Karma Vira Paksa itu sendiri adalah “Setiap Perwira lulusan AAU dengan berbekal ilmu pengetahuan dan sikap ksatria, siap melaksanakan tugas negara dan bangsa untuk menjaga kedaulatan wilayah dirgantara nasional”.

Tinggalkan Balasan