Berita  

Sekilas Tentang ASEAN Para Games 2022

Sekilas Tentang ASEAN Para Games 2022

Surakarta — Jurnal Hukum Indonesia.- Board of Governors Meeting APSF yang telah dilakukan pada tanggal 16 Februari 2022 dan Rapat Terbatas Presiden di Istana Merdeka pada tanggal 22 Maret 2022, menghasilkan keputusan bahwa Kota Surakarta dipilih sebagai tuan rumah multi-event The 11th Asean Para Games. Acara tersebut rencananya akan diselenggarakan di bulan Juli tahun 2022. Terkait hal itu, maka dibentuk Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) yang diketuai oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming.

Gelaran pesta olahraga tingkat internasional ini, akan menghadirkan sebelas negara anggota ASEAN yang menjadi pesertanya. Diantaranya Indonesia, Laos, Myanmar, Timor Leste, Malaysia, Filiphina, Singapore, Thailand, Vietnam, Kamboja, serta Brunei Darussalam. Total peserta yang akan berpartisipasi dalam acara ini sekitar 2000 atlet dan official. Adapun acara tersebut direncanakan akan berlangsung dari tanggal 26 Juli hingga 6 Agustus 2022. Dimana tanggal 30 Juli dilakukan upacara pembukaan dan ditutup dengan upacara penutupan pada tanggal 6 Agustus.

BACA JUGA :  Kadis Kesehatan Provinsi Jawa Timur Himbau Masyarakat Kurangi Sampah

ASEAN Para Games 2022 akan bertempat di empat kota/kabupaten, meliputi Semarang, Surakarta, Karanganyar, dan Sukoharjo. Terdapat 14 kategori cabang olahraga dalam kompetisi ini, yaitu para athletics, para swimming, para powerlifting, para catur, goalball, wheelchair tennis, para badminton, boccia, blind judo, tenis meja, wheelchair basketball, para archery, sitting volleyball, serta CP football.

ASEAN Para Games 2022 yang digelar di Kota Surakarta memiliki maskot Rajamala. Ini adalah hiasan (canthik) pada haluan perahu Rajamala yang dibuat oleh Putra Mahkota Paku Buwono IV Raden Mas Sugandi (KGPAA MANGKUNAGORO III) pada masa pemerintahan Paku Buwono IV tahun 1788-1820. Pemilihan simbol Rajamala difilosofikan sebagai kekuatan untuk menolak bala dari pengaruh negatif. Aura dari Rajamala inilah yang diharapkan mampu membuat bangsa-bangsa di ASEAN memiliki kekuatan agar dapat menghadapi kondisi apapun di masa depan.

BACA JUGA :  Deteni Palestina Kabur Kemenkumham Jatim Gandeng TNI-POLRI Lakukan Pengejaran

Sementara, tagline yang diusung adalah Striving for equality. Tagline tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia memberikan kesetaraan bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi. Slogan ini juga dijadikan semangat kebangkitan bangsa di ASEAN dalam melawan pandemi dan rintangan yang akan datang.

Semoga dengan adanya event ini, dapat membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menyalurkan bakat dan potensinya dalam bidang olahraga. Yuk, nantikan keseruan perayaan ASEAN Para Games 2022 di Kota Solo!

Tinggalkan Balasan