Berita  

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Melalui Pertunjukan Wayang Kulit

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Melalui Pertunjukan Wayang Kulit

JEMBER — Jurnal Hukum Indonesia.- Wayang kulit sebagai seni pertunjukkan tradisional Indonesia dipilih sebagai media sosialisasi gempur rokok ilegal.

Sosialisasi melalui pementasan wayang ini dihadiri oleh Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST. IPU., camat, kepala OPD, dan beberapa kepala instansi pemerintah.

Kepala Kantor Cabang Beacukai Jember Asep Munandar, SE. M.Si menyampaikan dari total peredaran rokok di Indonesia, sebanyak 4,83 persen adalah rokok ilegal.

“Dan ini kalau dihitung dari potensi kerugian negara dari sisi penerimaan cukai lebih dari Rp. 7 triliun,” ujar Asep dalam pidatonya, Sabtu malam 30 Juli 2022.

BACA JUGA :  Samakan Persepsi, Lamongan Fokuskan Good Governance dan Digitalisasi Layanan Publik

Dia mengaku tahun ini Beacukai ditargetkan dapat mengumpulkan pemasukan negara dari cukai sebesar Rp. 299 triliun, yang di antaranya Rp. 218 triliun merupakan cukai tembakau.

“Kami minta masyarakat Jember untuk mendukung program gempur rokok ilegal dengan tidak membeli rokok ilegal tanpa disertai pita cukai, serta memberikan informasi kepada kami terkait adanya aktivitas rokok ilegal kepada kami,” ajaknya.

Dalam pementasan seni wayang kulit yang digelar di Alun-alun Jember tersebut, dalang menyampaikan beberapa lakon mengenai rokok ilegal agar tersampaikan kepada masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah : Alhamdulillah Penurunan Kemiskinan Di Jatim Tertinggi Secara Nasional

Wayang kulit telah menjadi seni pertunjukan yang digemari seluruh masyarakat Indonesia, sehingga pesan-pesan yang disampaikan dalam pewayangan lebih mudah dipahami.

Tinggalkan Balasan