Berita  

Sosialisasi Penanganan PMK, Vaksinasi, dan Eartag Sapi di Kecamatan Tanah Merah

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Sosialisasi Penanganan PMK, Vaksinasi, dan Eartag Sapi di Kecamatan Tanah Merah

Bangkalan — Jurnal Hukum Indonesia.-

Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan terus melakukan sosialisasi terhadap penanganan PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) serta pemasangan Eartag pada hewan ternak khususnya sapi dan kerbau. Kegiatan ini dilaksanakan di aula kecamatan Tanah Merah yang dihadiri oleh segenap muspika dan segenap peternak sapi yang ada di kecamatan Tanah Merah. (Rabu,29/11)

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Peternakan Bangkalan Ahmad Hafit, SE, MM melalui Kasi Produksi dan Budidaya Ternak drh. Silvia Yulianti menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk mengantisipasi terjangkitnya hewan ternak dari virus PMK dan tata cara penanganannya.
Acara dilanjutkan dengan sosialisasi pemasangan Eartag (anting sapi) pada hewan.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai yang Rugikan Negara Rp 451,6 Miliar Naik Penyidikan

Menurut drh. Silvi pemasangan Eartag pada telinga sapi bertujuan untuk memberikan identitas atau memudahkan seleksi dalam monitoring tata laksana pemeliharaan. Kemudian memudahkan pencatatan dan pendataan populasi hewan, status reproduksi, serta distribusi hewan ternak.

Dikatakan, hewan ternak seperti sapi perlu dilakukan penandaan dan pendataan agar diketahui identitas setiap hewan dan populasi hewan ternak yang sudah divaksinasi secara nasional melalui aplikasi Identik PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan)

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan antusias warga cukup tinggi untuk mengetahui lebih banyak tentang tata cara penanggulangan PMK pada hewan ternak. Selain itu sudah kami jelaskan juga tentang pentingnya pemberian Eartag pada sapi yang nantinya dapat dilihat dalam aplikasi PKH. Disitu petugas akan menginput semua data ternak mulai dari foto NIK peternak, lokasi dan status kesehatan hewan seperti tinggi badan, bobot badan sapi hingga status vaksinasi PMK hewan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Camat kecamatan Tanah Merah kabupaten Bangkalan Heri Arifin mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat Tanah Merah nantinya bisa menangani kasus PMK sedini mungkin. Diharapkan juga masyarakat mengerti bahwa PMK dapat disembuhkan dan bisa dipastikan daging sapi tidak berbahaya dan bisa dikonsumsi.

Melalui penyemprotan, pemberian vaksinasi terhadap hewan ternak serta pemasangan Eartag itu semua demi kesejahteraan masyarakat dengan cara penanggulangan penyebaran PMK, imbuhnya

“Kami berharap warga Tanah Merah mengerti bahwa PMK bisa disembuhkan dan bisa dihindari sejak dini yang penting mengikuti anjuran pemerintah yang sudah ditentukan. ” terang Camat Heri.

Tinggalkan Balasan