Berita  

Tambang Ilegal Di Bulukumba, Harus Ditutup Secara Permanen

Tambang Ilegal Di Bulukumba, Harus Ditutup Secara Permanen

Sulsel – Jurnal Hukum Indonesia. – Beberapa hari lalu Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M., Kapolda Sulsel berkunjung ke Kabupaten Bulukumba Sulsel dalam rangka menghadiri beberapa kegiatan salah satunya adalah event menembak internasional.

Orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut berada di Bumi Panrita Lopi (julukan Kabupaten Bulukumba) selama 2 hari dan dalam waktu dua hari itu, tambang-tambang ilegal yang ada di Bulukumba juga berhenti beroperasi.

Tapi saat jenderal bintang dua tersebut bersama rombongan kembali ke Makassar, para penambang yang diduga tak mengantongi izin alias penambang ilegal kembali beroperasi lagi, Hal itu dikemukakan oleh Trywahyudi, Ketua LSM Asatu Bulukumba,.

BACA JUGA :  Wagub Jatim Emil Elestio Dardak: Notaris Berkontribusi Dalam Pembangunan Khususnya Pembuatan Akta Autentik

“Tambang ilegal di Bulukumba hanya tutup bila Kapolda datang, saat Kapolda kembali ke Makassar tambang ilegal beroperasi lagi, ada apa dengan Polres Bulukumba khususnya Tipidter, mengapa penambang hanya takut sama Kapolda,” jelas Ketua LSM Asatu Bulukumba.

Kanit Tipidter Polres Bulukumba IPDA Syamsir yang dikonfirmasi enggan menjawab.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Muhammad Yusuf juga demikian, saat dikonfirmasi via whatsapp belum menjawab hingga berita ini diturunkan.

Salah satunya di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, alat berat atau eskavator terlihat beroperasi mengeruk material di Sungai Balantieng lalu diangkut menggunakan mobil dump truk.

BACA JUGA :  Ipang Wahid: Petani Keren, Bangsa Paten

Begitu pun di Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, sejumlah tambang yang diduga ilegal beroperasi mengeruk material dari sungai balantieng.

Ketua LSM Asatu Bulukumba berharap Kapolri dan Kapolda Sulsel segera mengambil tindakan menghentikan aktivitas tambang tambang ilegal yang ada di Bulukumba hal itu demi menyelamatkan sungai Balantieng dari penambang ilegal yang merusak sungai.

“Kalau kami perhatikan, hanya Kapolda atau Kapolri yang bisa menghentikan tambang ilegal di Bulukumba ini dan menindak para oknum di Tipidter yang tidak bisa bekerja. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan aksi di Polda minta Kapolda tangani tambang tambang ilegal di Bulukumba dan kami juga akan surati Kapolri dan Kapolda,” jelas Ketua LSM Asatu Bulukumba.

Tinggalkan Balasan