Berita  

Tebuireng Jombang Gelar Halal Bihalal Akbar dan Reuni SMP A.WAHID HASYIM

Tebuireng Jombang Gelar Halal Bihalal Akbar dan Reuni SMP A.WAHID HASYIM

Tebuireng – Jurnal Hukum Indonesia.-

Salah satu keriuhan paska ledul Fitri adalah kegiatan berkunjung ke sanak famili, teman sekolah, atau pertalian lainnya. Selain kegiatan berkunjung, momen reuni atau halal bihalal kerap diadakan untuk mewadahi pertemuan tersebut.

Reuni memang menjadi lebih efektif karena secara waktu dapat berjumpa dengan puluhan atau ratusan handai taulan yang tersebar di berbagai daerah. Ada berita gembira dan duka. Ada cerita sukses dan ada juga cerita lara. Hidup memang akan selalu seperti itu, selalu ada yang berbeda.
Bagi generasi sekolah tahun 80-an, momen reuni kerap dijadikan sebagai ajang temu kangen setelah tiga puluh lima tahun terjarak oleh waktu.

Tebuireng Jombang Gelar Halal Bihalal Akbar dan Reuni SMP A.WAHID HASYIM

Rata rata sudah berkeluarga, beranak pinak. Bahkan, ada juga yang sudah mempunyai cucu. Saya adalah bagian dari generasi sekolah tahun 80-an tersebut. Pendidikan lanjutan pertama di Ponpes Tebuireng Jombang, SMP A.Wahid Hasyim Madrasah Tsanawiyah Aliyah.

Sebagai anak Pesantren Tebuireng, SMP bahkan tsanawiyah, seragam kami adalah celana biru dongker panjang.
Tradisi zaman tersebut model celananya Sudah mulai Gaul pada jamanya melirit pas kaki dan Baggy, Model celana dengan besar dipaha kecil bawah ada lagi model rocker Jagger dari atas sampai bawah sempit, sampai sampai lepas celannya pakai bantuan pelastik atau tas kresek.

Ada lagi yang tak terlupakan ketika Sekolah SMP
– Telat masuk sekolah.
– Sensasi ngerjain PR pelajaran jam pertama di kelas.
– Bangga jadi petugas upacara.
– Serunya kegiatan Paskibra dan Pramuka
– Guru nggak masuk: pelajaran kosong!
– Jajan di kantin.
– Mencontek saat ulangan.
– Pensi yang sudah mirip konser.
– Tebar pesona di pertandingan ekskul.
– Lulus Sekolah.
– Diparaf baju seragam di depan banyak orang.
– Berdoa sebelum pelajaran dimulai.
– Ruang kelas.
– Dia!

BACA JUGA :  DANPOSAL ATAPUPU HADIRI RAPAT KOORDINASI FORKOPIMDA PROVINSI NTT BERSAMA DEPUTI BIDANG PERTAHANAN NEGARA KEMENKO POLHUKAM RI

Tebuireng Jombang Gelar Halal Bihalal Akbar dan Reuni SMP A.WAHID HASYIM

Bayangkan tampang polos dan bersih dahulu kini telah berubah menjadi berkeriput, berkumis tebal, rambut beruban dan yang hampir pasti berubah adalah badan melebar tak karuan. Terutama kaum perempuan.
WA grup tampak riuh ramai tiada henti. Jumlah chat kerap mencapai ribuan jika saya tak membuknya dalam hitungan lebih dari 24 jam. Model kalimatnya pun pendek-pendek dan ekspresif. Tipikal kaum Pesantren yang spontan, terbuka, dan tidak basa-basi.

Saya sendiri sering melakukan aksi skip, tidak membaca seluruh chat karena teramat panjang. Tidak merasa juga terganggu dengan panjangnya perbincangan. Toh, tidak ada kewajiban mengeja seluruh kalimat yang ada di grup tersebut.

Sesekali saya membaca dengan cukup perhatian dan mencoba melakukan profiling kembali atas satu per satu teman sejawat semasa sekolah lanjutan pertama tersebut. Ada yang menjadi TKI di luar negeri, petani, buka bengkel, pedagang pakaian, toko kelontong, guru, dosen, Perawat, pengusaha, atau pegawai negeri.
Ada yang sudah punya anak, ada yang janda, duda, dan ada pula yang menikah lebih dari satu kali. Bahkan, mungkin juga ada yang sudah tiada.

Jalan hidup memang tampak berbeda. Satu hal yang sama adalah kita sama-sama sementara hidup di dunia. Tidak abadi. Itulah kenapa silaturahim itu mesti dijaga. Bukan untuk ajang pamer harta dan kekayaan, namun untuk evaluasi diri seberapa kita mampu memberi. Paling tidak rasa empati atas jalan hidup yang tidak mudah bagi sebagian yang lain.

Reuni juga bukan untuk mengembalikan jatuh cinta kembali yang kandas. Bukan untuk itu. Perasaan cinta yang tumbuh saat sekolah lanjutan pertama adalah kenaifan yang tak perlu diingat. Anggap saja itu gurauan hidup seperti tadzkiroh Illahi, “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu.”

BACA JUGA :  Silaturahmi, Ketua DPD RI - Rizal Ramli Bahas Situasi Kebangsaan

Bagi orang beriman, nasib rezeki dan jodoh adalah suratan yang patut untuk diimani. Saya kembali memantau WA grup paska acara reuni. Terlihat bahagia walau tidak hadir di sana. Semoga niatan menyambung silaturahim diganjar pahala keberkahan hidup dan kehidupan yang sementara ini. Lagi-lagi, saya sendiri bahagia menilik kesuksesan yang diraih mereka. Sekaligus memohon kemudahan kepada Allah SWT bagi yang sedang mendapat ujian hidup yang tak ringan.

Jalan hidup memang tidak sama. Namun, ekspresi kebahagiaan dan kesyukuran tetaplah sama. Senyum tulus, perhatian tanpa pamrih, dan doa yang saling terpaut untuk mengetuk pintu-pintu keberkahan langit.

Secara Terpisah yang tidak bisa hadir ada kesan dan pesan selama menjadi Nyantri di Ponpes Tebuireng dan Sekolah SMP A.Wahid Hasyim Tebuireng Jombang.

– Salah satu pengalaman terindah dalam perjalanan hidup adalah, saat menjadi santriwati di PP Al Masruriyyah Tebuireng Jombang. Gemblengan didikan utk disiplin beribadah, mengaji, belajar, management waktu, management diri, bersosialisasi dngn banyak teman dari berbagai daerah bahkan negara, benar2 spt mendapat charge ilmu full dr segala aspek. Saat itu (jujurly, terkadang) terasa berat, krn sbg ABG, merasa beban kewajiban kok banyak yaa… Tp Alhamdulillah, manfaat nya saat ini sangat terasa. Kedisplinan dan segala macam tempaan saat itu, membuat semakin kokoh dalam menjalani kehidupan dngn segala problematika nya. Aamiin…
IIS FAIZAH ALI.Jakarta (Alumni SMP AWH)

BACA JUGA :  Ngopi Bareng Ngaji Alumni Pesantren Tebuireng

– Kesannya bahagia sebagai anak seberang yang Alloh beri kesempatan sebagai santri nya Mbah Hasyim.Dari anak SD yang blm terlalu mengerti dunia pesantren tahunya kata orang tua selepas SD sekolah nya ke jawa, Terkait kesan jg saat punya kesalahan kemping,tapi hikmahnya karna jadi target pak kayis maka pelajaran bahasa Indonesia lumayan rajin. Dan merasa diperhatikan kepsek Bu Ambar Krn satu2 peserta kemping yg tidak panggil orang tuanya mungkin Krn jauh.Dan saat itu jujur ketika melihat Bu Ambar serasa hati ini bak seorang ibuku yg jauh disana. Haror Lampung (Alumni SMP AWH)

– Masa yang selalu melekat dalam kenangan…tak terlupakan…ttg seeggalanya…semua nya begitu mengesankan…indah…Yani Rohayani Tasikmalaya (Alumni SMP AWH).

– Berasa masih muda di saat kumpul bareng alumni smp awh 87 Antara tebuireng dan kandangan
Kita bersama dan bercerita ttg cinta dan cita cita. Khotib. Kandangan Kediri (Alumni SMP AWH)

– Bertemu dengan teman belajar di masa lalu merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai dengan uang. Seakan berupa oase di padang kerinduan, berjumpa bercanda seperti hujan di lama nya kemarau. Melihat, mengingat tingkah pola, tanpa memandang status dan latar belakang, seakan terlahir lagi, masa muda dulu yang sempat hilang, semoga kita sehat selalu dan sukses sehingga bisa berkumpul lagi, silaturahmi lagi bercanda lagi, menjadi muda lagi, Aamiin yaa robbal ‘aalamiin. Terimakasih (Ahmad Mu’is, alumni SMP AWH Tebuireng ’87, Kota Malang)

 

 

Bersambung…..

Tinggalkan Balasan