Berita  

Terima Tim JICA, Gubernur Khofifah Diskusi Rencana Pembangunan MRT

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Terima Tim JICA, Gubernur Khofifah Diskusi Rencana Pembangunan MRT

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan tim Representative Japan Internasional Coorporation Agency (JICA).

Surabaya — Jurnal Hukum Indonesia.–

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan tim Representative Japan Internasional Coorporation Agency (JICA) di Gedung Negara Grahadi, Selasa (24/1/2023) dalam rangka rencana Feasibility Studies Mass Rapid Transportation (MRT) di Surabaya.

 

Kedatangan Tim JICA terdiri Chief Yasui Takehiko, Consul General Of Japan Takeyama Kenichi dan Deputif GM Railway Plaining Dept Nippon Koei Kusunoki Katsuya ini untuk melakukan tahap feasibility studies di Kota Surabaya setelah sebelumnya melakukan survei di enam kota Jogjakarta, Surabaya, Medan, bandung, Semarang, dan Makasar .

 

Gubernur Khofifah mengatakan, kedatangan JICA ke Jatim adalah untuk melaporkan hasil survei awal tentang pelaksanaan MRT di Kota Surabaya yang diperkirakan segera masuk pada tahap Feasibility Studies (FS). Dimana, JICA merupakan badan kerjasama internasional Jepang untuk mendukung rencana pembangunan MRT dimaksud.

BACA JUGA :  Pangkoarmada II Gelar Apel Khusus Sambut Kontingen Kasal Cup 2021

 

Gubernur menyatakan, keberadaan MRT merupakan sebuah kebutuhan untuk menghasilkan transportasi publik yang cepat, aman dan nyaman. Terutama untuk mengurai titik titik kemacetan di jam-jam padat di wilayah aglomerasi Surabaya yang akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih signifikan.

 

“MRT ini merupakan kebutuhan terutama untuk mengurai kepadatan dan kemacetan di daerah Aglomerasi Surabaya Raya antara Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Gresik hingga daerah lain di Jatim yang akhirnya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

 

Gubernur mengtakan, proyek MRT merupakan proyek yang membutuhkan investasi hingga pendanaan yang tidak murah. Meskipun terdapat pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Karena itu, seluruh perencanaan harus dilakukan maksimal agar transportasi publik bisa terintegrasi dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Jatim.

 

BACA JUGA :  Kondusifitas SPBU di Bangkalan Pasca Kenaikan BBM Terpantau Aman

Menurut Khofifah, mengurai kemacetan di Kota Surabaya membutuhkan integrasi dengan kawasan lain. Karenanya, MRT ini juga bisa dimulai dari pintu masuk Surabaya yang terhubung sejak di Bundaran Waru yang merupakan pertemuan dari titik antara Kabupaten. Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang. Di jam tertentu kawasan sekitaran Wonokromo hingga Kawasan Diponegoro membutuhkan perhatian serius guna mengurai kemacetan di Kota Surabaya.

 

Ditempat yang sama, Chief Representative Japan Internasional Coorporation Agency (JICA), Yasui Takehiko mengatakan, maksud kunjungannya ke Jawa Timur adalah membahas tentang perencanaan MRT di Kota Surabaya khususnya untuk FS yang akan di dukung oleh JICA.

BACA JUGA :  Per 14 Mei 2022, Kendaraan Wisata Listrik Kini Berbayar

 

Ia mengatakan, bahwa saat ini terdapat aktifitas yang sedang berjalan pada area yang dinaungi oleh JICA. Seperti MRT Jakarta hingga Smart City yang tersebar di beberapa wilayah dan akan memulai FS MRT di Surabaya.”Kami membutuhkan dukungan Feasibility Studies untuk bersama-sama meneliti, mempelajari alternatif rute mana saja yang menjadi titik urai kemacetan di Surabaya. Semoga FS ini bisa dimulai pada awal tahun depan,” tutupnya.

 

Turut mendampingi Gubernur Khofifah, antara lain Kepala Bappeda, Kadisbub, Kadis DPMPTSP, Kepala BPKAD dan Kadiskominfo Provinsi Jatim.

Tinggalkan Balasan