Berita  

Tiga Fokus Utama Presiden Hadapi Tantangan Krisis Ekonomi di ASEAN

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Tiga Fokus Utama Presiden Hadapi Tantangan Krisis Ekonomi di ASEAN

Presiden Joko Widodo menghadiri ASEAN Global Dialogue Ke-2: Post Covid-19 Comprehensive Recovery di Hotel Sokha, Phnom Penh, Minggu, 13 November 2022. – (BPMI)

Phnom Penh – Jurnal Hukum Indonesia.-

Presiden Joko Widodo memaparkan tiga hal fokus utama ASEAN dalam menghadapi tantangan ekonomi kawasan.

“Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi rata-rata masih terus positif, namun ke depannya, tantangan ekonomi kawasan akan makin berat apalagi dengan ancaman resesi. Untuk itu, saya ingin fokus pada tiga hal,” ungkap Presiden saat berbicara pada ASEAN Global Dialogue Ke-2: Post Covid-19 Comprehensive Recovery di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (13/11/2022).

Hal pertama adalah penguatan fiskal negara ASEAN. Presiden Joko Widodo mendorong agar ruang fiskal harus diciptakan demi stabilitas keuangan. Demikian pula dengan efisiensi belanja dan mengalokasikan ke program mitigasi dampak krisis harus menjadi prioritas termasuk jaring pengaman bagi rakyat kurang mampu.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan, Forkopimda Jamin Ketenangan Masyarakat Menjelangi bulan suci ramdhan serta hari raya idul fitri 1443 H/ 2022 M, pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Forum Koordinasi pimpinan Daerah (Forkopimda) Lamongan gelar rapat koordinasi di Guest House Kabupaten lamongan, Rabu (30/3). Rakor ini dimaksudkan untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat, mengingat di tahun ini masih adanya pandemi covid-19. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam memimpin langsung rakor tersebut menyampaikan beberapa poin kebijakan maupun arahan dalam menjelang bulan suci ramadhan diantaranya, pengadaan operasi pasar, penyediaan pasar murah, safari ramadhan, pemeliharaan jalan, hingga persiapan pilkades. “Sedangkan untuk adanya perbedaan fatwa, Pak Sekda nanti sesegera mungkin membuat edaran untuk takmir-takmir agar suasana ramadan lebih damai dan sejuk,” tutur pak Yes Rencananya, kata Pak Yes, Ramadhan kali ini akan dilakukan kegiatan safari ramadhan yang bersama Forkopimda akan sebanyak 4 kali. Lebih lanjut Pak Yes menuturkan, kegiatan safari ramadhan yang akan dilaksanakan diharapkan dapat menjadi wadah juga untuk sosialisasi program yang akan dijalankan kedepan. “Untuk pemeliharaan jalan, saat ini masih proses lelang tapi setidaknya nanti ketika idul fitri jalan-jalan yang tidak bisa dilewati dan rusak parah, kepada Dinas PU segera koordinasikan ke Dinas PMD termasuk jalan-jalan poros desa agar segera dilakukan pemeliharaan, setidaknya ketika Ramadhan nanti itu bisa nyaman walaupun belum ‘Jamula’, kata Pak Yes. Terlebih persoalan beberapa wilayah di Lamongan masih ada yang tergenang banjir, dan musibah jebolnya jembatan penghubung jalan nasional yang diharapkkan rampung 10 hari sebelum lebaran hari raya idul fitri. Terkait menjelang pilkades, terdaftar 62 desa yang akan melaksanakan pilkades, hal ini perlu adanya kewaspadaan lapangan, yang saat ini sudah melaksanakan penetapan calon dan sebentar lagi desa-desa tersebut akan memulai kampanye. “Untuk persoalan-persoalan sosial, kita persiapkan sebaik-baiknya, dan efek sosial harus di cegah sedini mungkin, sehingga kegiatan pilkades ini bisa berjalan dengan lancar,” harap Pak Yes. Dalam kesempatan yang sama Mohammad Nalikan selaku Sekertaris Daerah Kabupaten Lamongan, menyatakan kesiapannya dalam menindak lanjuti perintah Bupati Lamongan dalam menjelang b ulan suci damadhan. “Kafe, rumah makan, hiburan malam dan lain sebagainya, telah ditindak lanjuti dengan pemberian arahan ke Satpol PP dalam meyambut pulan puasa. Kami juga segera akan membuat edaran untuk Forkopimcam maupun para camat terkait antisipasi dan penjagaan hal-hal yang berkaitan dengan stabilitas keamanan dan stabilitas sosial, di bulan ramadha hingga Idul Fitri,” Kata Nalikan Selain itu Kapolres Kabupaten lamongan, AKBP Miko Indrayana menyatakan, kesiapan Polres Lamongan juga dalam mapping menghadapi pilkades. “Dari hasil pelaksanaan mapping kemarin terdapat wilayah sekitar 7 atau 8 desa yang agak sedikit rawan, namun demikian kita tidak bisa underestimet terhadapa desa yang termasuk kategori rawan beberapa hal yang kita lakukan, salah satunya yaitu kita hindari kepentingan agraris, seperti contoh antar perguruan silat yang balas-balasan, seperti yang disampaikan Pak Bupati dan kita telah tindak lanjuti siapa yang tertangkap disana akan segera kita proses,” Ujar Miko

“Dukungan pada sektor yang memiliki dampak terhadap ekonomi kawasan juga harus diprioritaskan. ADB telah mengidentifikasinya seperti pariwisata, agro-processing, dan tekstil. Sektor-sektor ini penting karena melibatkan UMKM yang wakili 90% dunia usaha ASEAN,” ucap Presiden.

Hal kedua menurut Presiden Joko Widodo adalah penguatan dukungan keuangan internasional. Presiden menegaskan pentingnya peran lembaga keuangan internasional dalam merespon krisis dan meminimalisir dampak yang diakibatkan melalui berbagai instrumen keuangan yang fleksibel.

“Ada instrumen yang sifatnya darurat sehingga bisa cepat digunakan saat krisis, dan lebih penting dari itu perlu ada instrumen yang berfungsi mencegah krisis. Dukungan ini penting bagi ASEAN untuk antisipasi memburuknya krisis ke depan, salah satunya dengan perkuat infrastruktur keuangan di kawasan, termasuk sinergi kebijakan finansial,” kata Presiden.

BACA JUGA :  Gerak Cepat Tinjau Kondisi Waterpark Pasca Insiden Runtuhnya Bagian Perosotan, Gubernur Khofifah Minta Korban Ditangani Tuntas Dan Investigasi Hingga Tuntas Pula

Hal ketiga yang disampaikan Presiden Joko Widodo yaitu perdagangan dunia harus diatur dengan mempertimbangkan hak pembangunan negara berkembang. Presiden menyoroti kesulitan yang dialami negara berkembang saat ingin melakukan hilirisasi.

“Apakah dengan mengeskpor bahan baku mentah negara berkembang dapatkan keuntungan yang memadai? Jawabannya tidak. Untuk itu, negara berkembang terus memperjuangkan hak untuk hilirisasi,” tegas Presiden Joko Widodo.

Di akhir pengantarnya, Presiden kembali menegaskan pentingnya berkolaborasi erat dan bekerja sama untuk menghadapi krisis yang terjadi saat ini.

BACA JUGA :  Tragis, Tiga Penghuni Tewas Dalam Kebakaran Rumah Tinggal Di Tebet

Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam dialog tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Tinggalkan Balasan