Berita  

Tim Reskrim Polsek Tanah Merah Ungkap Pelaku Penipuan dan Penggelapan Motor

Avatar of Jurnal Hukum Indonesia
Tim Reskrim Polsek Tanah Merah Ungkap Pelaku Penipuan dan Penggelapan Motor

Bangkalan — Jurnal Hukum Indonesia.–

Anggota Reskrim Polsek Tanah Merah Polres kabupaten Bangkalan berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan motor dengan modus meminta tolong terhadap korban. Atas kesigapan dan kekompakan tim Reskrim dibawah Kanit Bripka M. Rizal, SH berhasil mengamankan pelaku inisial F asal Bulak Banteng, Kenjeran Surabaya dan barang bukti sebuah sepeda motor merk Honda Beat strip Kuning Nopol L 4574 DE milik tersangka pada Sabtu 26/11 sekira pukul 12.00 waktu setempat.

Kapolsek Tanah Merah AKP Buntoro dalam press releasnya siang tadi (Jum ‘at, 2/12) mengatakan, dalam melakukan aksinya pelaku/ tersangka inisial F dan S berpura-pura minta tolong kepada seorang pelajar yang baru pulang dari sekolah. Tiba-tiba pelajar tersebut (korban) diberhentikan pelaku untuk dimintai menunjukkan suatu tempat. Setelah tiba di tempat tujuan di desa Petrah kecamatan Tanah Merah (TKP) korban ditinggal dan sepeda motornya dibawa lari oleh S teman tersangka. Atas kesigapannya korban langsung melakukan koordinasi dengan salah seorang warga dan akhirnya dibawa ke kepala desa setempat.
“Setelah mendapat laporan dari kepala desa kami bersama anggota reskrim langsung menuju TKP dan membawa pelaku beserta korban ke Mako untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut” terang Kapolsek Buntoro.

BACA JUGA :  Polisi Disiagakan di Lokasi Wisata Hingga Makam Antisipasi Kemacetan

Dijelaskan untuk saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut dan memburu tersangka S yang masih buron.
Diketahui S juga berasal dari daerah Bulak Banteng Surabaya.

“Sementara satu orang tersangka S masih dalam pencarian. Kami minta bantuan rekan rekan satgas di Bangkalan untuk koordinasinya mudah-mudahan tersangka bisa tertangkap sampai menemukan BB yang dibawa lari” lanjut Kapolsek berbadan tegap itu.

Atas perbuatannya tersangka diberatkan dengan pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUPH atas tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara.

Tinggalkan Balasan