TMMD ke-114 Hadirkan Insfrastruktur Megilan di Lamongan

TMMD ke-114 Hadirkan Insfrastruktur Megilan di Lamongan

Lamongan — Jurnal Hukum Indonesia.- Kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) menjadi program rutin setiap tahun sebagai percepatan terobosan pembangunan di daerah pedesaan. Program tersebut juga sebagai sarana meningkatkan insfrastruktur serta kesejahteraan masyarakat.

TMMD ke-114 Kabupaten Lamongan yang mengusung tema “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI” ini sebagai bentuk mengatasi kesulitan masyarakat desa yang dikemas dalam bentuk fisik maupun non fisik. Bentuk fisik meliputi revitalisasi insfrastruktur desa dan pelayanan kepada masyarakat desa secara gratis. Dan bentuk non fisik berupa posko pelayanan perijinan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, pelayanan KTP, KK, Akta Kelahira dari Dinas Dukcapil, pelayanan vaksin dan KB dari Dinas PPKB, pelayanan perpustakaan kelilin dari Dinas Perpustakaan, pelayanan pemeriksaan kesehatan hewann dan sosialisasi pmk dari Disnakeswan.

BACA JUGA :  Cabut Bai'at Massal mantan anggota NII di Dharmasraya, Kadensus 88 AT Polri: Ini Jumlah Paling Besar

“Hasil TMMD di Kabupaten Lamongan merupakan sebuah sinergitas antara Pemkab Lamongan dan TNI untuk menghasilkan beberapa insfrstruktur di daerah pelosok khususnya, yang mana masih dalam kondisi belum baik. Rabat beton ini juga sebagai perwujudan JAMULA di Lamongan,” tutur Sekretaris Daerah Lamongan Moh. Nalikan yang berkesempatan hadir dalam pembukaan TMMD ke-114, Kamis (30/6) di Balai Desa Tunggunjagir Kecamatan Mantup.

Lebih lanjut Nalikan menegaskan kepada masyarakat desa agar menjunjung tinggi nilai gotong-royong antar sesama desa dengan menggunakan dana dusun yang telah dicanangkan pemerintah untuk menghubungkan keberhasilan antar desa satu ke desa yang lain demi mewujudkan kemandirian seluruh desa.

BACA JUGA :  Pemkot Surabaya Beri Beasiswa untuk 824 Siswa Penghafal Kitab Suci

“TMMD ini bisa dijadikan pembelajaran bagi masyarakat semua, bahwasanya untuk mencapai kemandirian desa itu diperlukan gotong-royong. Karena memupuk kemandirian desa bukan hanya tentang agama, sosial, kemasyarakatan, tetapi juga hal-hal pemerintahan. Dana dusun yang telah Pemkab canangkan harus dipergunakan untuk menghubungkan antar satu desa ke desa lain untuk mewujudkan kemandirian desa” tegas Nalikan.

Bertindak untuk membuka TMMD ke-144 Komandan Kodim 0812 Lamongan Kav Endi Siswanto Yusuf mengharapkan hasil dengan adaya kegiatan ini dapat dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA :  PBB Tetapkan 15 Maret Sebagai Hari Internasional Melawan Islamophobia, Indonesia Belum Ada Langkah Konkrit

“Sasaran kita adalah mempermudah akses desa dengan membangun jalan penghubung desa, dan juga pelayanan pengurusan berkas yang kita berikan dapat memudahkan masyarakat,” harap Endi.

Pada kesempatan yang sama Nalikan didampingi Komandan Kodim 0812 Lamongan, Kapolres Lamongan dan Kepala Dinas OPD terkait juga melakukan peninjauan rabat jalan beton sepanjang 1.625 m2 dengan lebar 3 m2 dan tebal 20 cm yang menghubungkan Dusun Glendeh ke Dusun Tunggunjagir, pembuatan parit irigasi, pembuatan gorong-gorong, revitalisasi paving, dan pembangungan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni.

Tinggalkan Balasan